~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mengenal Demam Berdarah Lebih Dalam Bersama Dr. Dr. Irine Ratridewi

Mengenal Demam Berdarah Lebih Dalam Bersama Dr. Dr. Irine Ratridewi

  • account_circle Agus Yuwono
  • calendar_month Minggu, 17 Des 2023
  • visibility 320
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Masih ada kasus kematian akibat Demam Berdarah, sehingga masih perlu diwaspadai.

ADADIMALANG.COM  | Kota Malang – Kota Malang sebagai kota terbesar ke dua di Jawa Timur memiliki tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Dengan kepadatan yang tinggi, masa pancaroba juga menjadi salah satu masa yang peru diwaspadai, mengingat di waktu tersebut kerap bermunculan penyakit yang mengancam keselamatan masyarakat.

Salah satunya adalah Demam Berdarah (DB) ang ditularkan melalui gigitan nyamuk, dimana kasus tersebut sering meningkat saat memasuki masa pancaroba seperti saat ini.

“Jadi misalnya lagi hujan terus atau panas terus, maka biasanya kasus DB ini sedikit, tapi kalau hujan terus kemudian panas lalu hujan lagi atau masa pancaroba seperti sekarang ini maka biasanya akan meningkat terjadinya kasus DB,” jelas Dr. dr Irine Ratridewi, Sp. A (K), M.Kes yang merupakan Dokter Anak Suspesialis Infeksi dan Penyakit Tropis dari Persada Hospital.

Hal tersebut menurut dr Irine, disebabkan genangan air yang banyak muncul dan tidak cepat hilang akan menjadi sarang nyamuk untuk berkembang biak.

“Saya tidak bicara dalam konteks anak-anak aja ya, karena termasuk dewasa ini memang kasusnya masih ada terus sepanjang tahun ini. Dan sampai enam bulan terakhir ini memang belum ada kasus DB yang menyebabkan kematian, meskipun yang dirawat di ICU itu jumlahnya masih ada dua hingga empat pasien yang semuanya masih dapat diselamatkan,” ujar dr Irine.

Keselamatan pasien setelah terkena DB tersebut menurut dr Irine salah satunya karena pasien datang ke Rumah Sakit lebih awal setelah merasa muncul gejala terkena DB sehingga dapat segera diberikan tindakan medis.

“Yang berbahaya itu adalah orang yang telah menunjukkan gejala terkena DB tapi hanya berada di rumah saja tanpa ada tindakan medis, dan dibawa ke rumah sakit sudah dalam kondisi parah seperti suhu badannya telah dingin lebih dari satu hari atau mulai kehilangan kesadaran termasuk mulai mengeluarkan banyak darah. Kita tetap berusaha agar dapat menyelamatkan pasien sehingga angka kematian akibat DB itu dapat kita tekan seminimal mungkin,” ungkap dokter ramah ini.

Dokter Irine kembali mengingatkan pentignya pasien dibawa ke instalasi kesehatan sedini mungkin setelah muncul gejala DB, mengingat semakin parah kondisi pasien saat dibawa ke rumah sakit maka komplikasi penyakitnya akan semakin berat yang akan berdampak pada waktu rawat inapnya di rumah sakit semakin lama yang dapat berdampak pada biaya perawatan yang harus dibayar pasien ataupun keluarganya.

“Biasanya Demam Berdarah (DB) yang seharusnya sakit hanya tujuh hingga sepuluh hari maksimal dapat berkepanjangan hingga dua atau tiga minggu lamanya. Saat ini di kota Malang mungkin dua atau tiga minggu lagi baru akan naik, oleh karena itu kita harus dapat mengantisipasi agar kita tidak sampai kena DB. Karena yang terbaik itu adalah mencegah daripada mengobati,” ujar dr Irine saat memberi edukasi kepada masyarakat di Persada Hospital Sabtu kemarin (16/12/2023).

Cara Mengatisipasi Agar Tidak Terkena DB

Menurut dokter yang mengambil spesialisasi dalam hal infeksi dan penyakit tropis ini, ada yang disebut dengan Segitiga Epidemiologi yang meliputi tiga elemen di dalamnya yakni Lingkungan, Inang atau pejamu atau manusianya dan kuman atau virus penyebab penyakit DB.

“Jika kita mau merubah lingkungannya maka kita perlu melakukan 3M plus agar tidak ada genangan air yang dapat dipergunakan nyamuk berkembang biak sehingga jumlah nyamuk juga akan sedikit. Kemudian untuk virus DB itu sudah diupayakan merubah misalkan seperti rencana pemerintah melepaskan nyamuk dengan wolbachia dengan tujuan membuat nyamuk pembawa virus DB ini mandul, nah yang ketiga adalah penguatan kondisi manusia yang dapat menjadi inang DB,” ungkapnya.

Salah satu upaya menguatkan kondisi manusia tersebut menurut dr Irine adalah melalui pemberian vaksin Demam Berdarah dengan tujuan jika tetap terkena DB maka kondisi pasien tidak akan sampai parah atau bahkan sampai terjadi kematian. Dan dijelaskan pula jika Persada Hospital telah menyediakan vaksin Demam Berdarah bagi masyarakat Malang raya dan sekitarnya yang ingin mendapatkan vaksinasi DB.

Dokter Anak Persada Hospital, Dr. dr Irine Ratridewi, Sp. A (K), M.Kes., saat memberikan materi edukasi kepada masyarakat peserta kegiatan 'meet the expert' (Foto : Agus Yuwono)

Dokter Anak Persada Hospital, Dr. dr Irine Ratridewi, Sp. A (K), M.Kes., saat memberikan materi edukasi kepada masyarakat peserta kegiatan ‘meet the expert’ (Foto : Agus Yuwono)

“Dari penelitian yang ada hingga saat ini vaksin DB cukup dua kali saja dalam kurun waktu enam bulan setelah pemberian vaksin pertama dimana setelah enam tahun ini diklaim tidak ada kematian yang terjadi kepada pasien yang mendapatkan vaksin DB. Di seluruh Indonesia datanya hingga saat ini masih ada ratusan pasien DB dimana yang tidak bergejala itu jumlahnya paling banyak, kemudian yang bergejala ringan lebih sedikit lagi, dan yang bergejala berat hingga menyebabkan kematian itu jumlahnya lebih sedikit lagi sehingga mirip dengan fenomena gunung es,“ pungkas dr Irine Ratridewi.

Mengakhiri wawancara, mengingat nyamuk ini dapat berkembang biak dalam genangan air bersih, dr Irine mengingatkan agar masyarakat yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat lebih waspada karena wilayahnya akan lebih rentan muncul genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk. (A.Y)

  • Penulis: Agus Yuwono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ringankan Masyarakat, Pemkot Buat Kebijakan Keringanan Pajak non PBB

    Ringankan Masyarakat, Pemkot Buat Kebijakan Keringanan Pajak non PBB

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2020
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Kebijakan selama pandemi covid-19 ini untuk recovery ekonomi. ADADIMALANG – Pemerintah Kota Malang bakal keluarkan kebijakan keringanan pajak daerah di masa recovery ekonomi new normal. Keringanan pajak daerah non PBB sebesar 50%, dengan mekanisme berangsur-angsur turun bagi wajib pajak (WP) yang sudah mulai usaha dengan normal. Penurunan bertahap sesuai hasil pengamatan di lapangan (verifikasi lapangan). […]

  • Babinsa Blimbing Berikan Pendidikan Karakter 283 Siswa SMPN 14 Kota Malang

    Babinsa Blimbing Berikan Pendidikan Karakter 283 Siswa SMPN 14 Kota Malang

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2020
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 405
    • 0Komentar

    ADADIMALANG – Dengan tujuan menumbuhkan kedisiplinan, kerjasama dan juga jiwa Korsa, sebanyak 283 siswa kelas 8 dari SMPN 14 kota Malang mendapatkan pembekalan tentang Latihan Dasar Kepemimpinan Sekolah (LDKS) yang diberikan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Blimbing, Serka Suyitno mulai pagi hari tadi, Jumat (14/02/2020). Pemberian materi yang dilaksanakan di depan Lapangan SMPN 14 Kota […]

  • Dandim 0833 Kota Malang Pimpin Apel Sinergitas Forkopimda Kota Malang Lawan Corona

    Dandim 0833 Kota Malang Pimpin Apel Sinergitas Forkopimda Kota Malang Lawan Corona

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2020
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 349
    • 0Komentar

    ADADIMALANG – Merebaknya penyebaran Pandemi Virus Corona (Corona Virus Desease/Covid 19), Pemerintah Kota Malang melaksanakan berbagai tindakan pencegahan dengan melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah fasilitas umum, perkantoran, masjid dan perhotelan guna mencegah penyebaran Covid 19 di wilayah Kota Malang. Bertempat di Alun-Alun Merdeka kota Malang, Komandan Kodim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson memimpin […]

  • Perkenalkan Kembali Rooftop SaigonSan, Hotel Tugu Malang Gelar Mini Fashion Show Bareng Reza Wu Atelier

    Perkenalkan Kembali Rooftop SaigonSan, Hotel Tugu Malang Gelar Mini Fashion Show Bareng Reza Wu Atelier

    • calendar_month Sabtu, 18 Nov 2023
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 423
    • 0Komentar

    ADADIMALANG.COM | Kota Malang – Mengambil tema ‘Prom Teens Afternoon Tea’, Rooftop Saigon San Reza Wu Atelier dan Hotel Tugu Malang menggelar Mini Fashion Show di SaigonSan Garden Cafe&Rooftop yang kembali diperkenalkan ke masyarakat untuk menjadi pilihan menghabiskan waktu di Kota Malang. Reza Wu yang merupakan desainer muda berbakat asal Malang ini tetap konsisten dengan […]

  • BKKBN Gelar Konferensi Internasional Percepatan Penurunan Stunting

    BKKBN Gelar Konferensi Internasional Percepatan Penurunan Stunting

    • calendar_month Selasa, 4 Okt 2022
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Dilaksanakan di Universitas Brawijaya dengan melibatkan pakar baik dari dalam atau luar negeri. ADADIMALANG – Meskipun angka kejadian stunting di Indonesia telah menurun, namun rupanya penurunan tersebut masih belum mampu mencapai target yang ditargetkan. Oleh karenanya, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus melakukan berbagai upaya untuk mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia. Salah […]

  • Wakil Gubernur Jawa Timur yakni H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., Ph.D bersama Dosen dan Tendik Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (Foto : Agus Yuwono)

    PKKMABA Vokasi Yuwaraja XVI Fakultas Vokasi universitas Brawijaya Bertabur Bintang

    • calendar_month Minggu, 18 Agt 2024
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Mulai dari Pimpinan Instansi Swasta, Rektor UB hingga Wakil Gubernur berikan motivasi mahasiswa baru Vokasi Universitas Brawijaya. ADADIMALANG.COM | Kampus UB – Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMABA/PKKMB) di Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya yakni Yuwaraja XVI yang mengambil tema ‘Kindness for Solidarity’ berjalan dengan sangat-sangat meriah. Berbagai kegiatan seperti papermob, permainan, hiburan hingga […]

expand_less