~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Olah Bayam Menjadi Cookies Dan Jelly, Dosen Stikes WGH Bantu Cegah Stunting

Olah Bayam Menjadi Cookies Dan Jelly, Dosen Stikes WGH Bantu Cegah Stunting

  • account_circle Agus Yuwono
  • calendar_month Sabtu, 19 Agt 2023
  • visibility 183
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Beri pelatihan kepada kader kesehatan untuk mengolah Bayam menjadi makanan kaya gizi yang disukai anak-anak.

ADADIMALANG.COM | Kab. Malang – Memanfaatkan hasil penelitian alih teknologi merubah sayur Bayam menjadi cookies (kue) dan jelly, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widyagama Husada (STIKES WGH) Malang melakukan upaya dalam pencegahan terjadinya kasus stunting (gizi buruk).

Harapannya dengan kue dan jelly yang digemari anak-anak maka dapat membantu penyerapan sayur Bayam sebagai suplemen penambah gizi untuk mencegah terjadinya stunting.

Demikian dijelaskan oleh Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat STIKES WGH Malang, Abdul Qodir, S.Kep., Ns., M.Kep. yang menyampaikan bahwa kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat kali ini menyasar para kader kesehatan yang ada di desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang pada siang hari tadi, Sabtu (19/08/2023).

“Jadi kita mengedukasi para kader kesehatan di desa Klampok untuk paham dan sadar tentang stunting, kemudian kita juga melatih mereka untuk membuat suplemen penambah gizi balita yang berupa alih teknologi sayur Bayam menjadi bentuk kue (cookies) dan Jelly yang dapat diberikan kepada balita dan bayi,” ungkap Abdul Qodir.

Dengan pemberian kue dan Jelly yang dibuat dari sayuran bayan tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat STIKES WGH Malang yang beranggotakan Dr. dr. Dwi Soelistyoningsih, M.Biomed. dan dr. Wira Daramatasia, M.Biomed tersebut berharap dapat mencegah ataupun meminimalisir terjadinya kasus stunting di desa Klampok tersebut.

“Selain itu kita juga melatih para kader kesehatan desa Klampok ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader kesehatan desa Klampok Aingosari dalam mendeteksi dini stunting melalui pengukuran tinggi dan berat badan bayi dan balita termasuk menginterpretasikan hasil pengukuran tersebut yang dapat memunculkan hasil seorang anak tergolong stunting apa tidak,” ujar Abdul Qodir.

Dalam kesempatan yang sama, anggota tim Pengabdian Kepada Masyarakat STIKES WGH Malang yakni Dr. dr. Dwi Soelistyoningsih, M.Biomed. menjelaskan tim pengabdian juga memberikan bantuan untuk melengkapi alat-alat Posyandu desa Klampok Singosari seperti alat untuk mengukur tinggi dan berat badan, tensimeter.

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat STIKES WGH Malang memberikan bantuan alat kesehatan dan juga alat alih teknologi Bayam menjadi cookies dan Jelly

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat STIKES WGH Malang memberikan bantuan alat kesehatan dan juga alat alih teknologi Bayam menjadi cookies dan Jelly

“Termasuk kami membekali alat-alat untuk alih teknologi Bayam untuk menjadi cookies seperti oven, mixer dan alat-alat lainnya,” jelas Dwi Soelistyoningsih.

Kegiatan pelatihan dan edukasi kader kesehatan kali ini diikuti 25 orang dari delapan kelompok Posyandu dimana Abdul Qodir berharap kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan tim STIKES WGH Malang tersebut dapat mendukung program pemerintah untuk menekan angka stunting di Indonesia yang masih tinggi.

“Termasuk juga kejadian stunting di wilayah Kabupaten Malang dimana semua sektor harus turut berperan, termasuk perguruan tinggi yang memberi pelatihan kepada para kader kesehatan mengingat para kader kesehatan ini merupakan ujung tombak untuk melakukan pencegahan dini melalui ibu-ibu atau remaja agar memiliki pengetahuan yang lebih baik dan menghasilkan anak yang bebas dari stunting,” ungkap Abdul Qodir.

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Stikes Widyagama Husada (WGH) bersama kader kesehatan yang menjadi peserta kegiatan (Foto : Istimewa)

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Stikes Widyagama Husada (WGH) bersama kader kesehatan yang menjadi peserta kegiatan (Foto : Istimewa)

Menurut Abdul Qodir yang juga dibantu mahasiswa STIKES WGH Malang yakni Riza Rachmadhani dan Sassilia Dwi Yulianti ini ternyata produk Cookies dan Jelly berbahan dasar Bayam ini mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat di desa Klampok singosari.

“Anak-anak sangat menyukai cookies dan Jelly hasil buatan kami karena anak-anak suka yang manis-manis padahal memiliki kandungan gizi yang baik untuk mencegah stunting,” ujar Abdul Qodir. (A.Y)

  • Penulis: Agus Yuwono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ditto : keputusan pemecatan Subur Triono sudah Final

    Ditto : keputusan pemecatan Subur Triono sudah Final

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2017
    • account_circle redaksi
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Kota Malang – Terkait dengan rencana Subur Triono, anggota DPRD kota Malang yang terjerat kasus penipuan dan penggelapan yang sudah dijatuhi vonis hukuman pada hari Senin (19/6) kemarin yang akan melakukan klarifikasi kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN), ditanggapi santai oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN […]

  • Tokoh Politik Malang Raya hadiri dialog ‘Petahana atau Calon Baru’

    Tokoh Politik Malang Raya hadiri dialog ‘Petahana atau Calon Baru’

    • calendar_month Sabtu, 25 Nov 2017
    • account_circle redaksi
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Kota Malang – Semakin mendekati pergantian tahun 2017 menuju tahun 2018 saat dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kota Malang yang disebut-sebut dengan tahun politik kota Malang, setiap hari semakin menarik dengan kejutan-kejutan politik yang muncul. Termasuk kehadiran beberapa tokoh politik Malang Raya dalam satu tempat untuk mengikuti acara dialog politik dengan tema ‘Petahana atau Pemimpin […]

  • 759 SPBU di Jawa Timur Telah Go Digital

    759 SPBU di Jawa Timur Telah Go Digital

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2020
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 303
    • 1Komentar

    1009 SPBU di wilayah kerja MOR V telah go digital. ADADIMALANG – Hingga pertengahan bulan September 2020 Ini, sebanyak 759 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di wilayah Jawa Timur telah menuntaskan program Digitalisasi SPBU. Jumlah tersebut mencakup 86.1 persen dari total 882 SPBU yang direncanakan untuk implementasi teknologi digital di wilayah Jawa Timur. […]

  • Senat Polinema Gelar Workshop Pembahasan Kode Etik Mahasiswa

    Senat Polinema Gelar Workshop Pembahasan Kode Etik Mahasiswa

    • calendar_month Selasa, 10 Nov 2020
    • account_circle redaksi
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Untuk menghasilkan peraturan tentang etika mahasiswa di lingkungan kampus Polinema. ADADIMALANG – Dengan tujuan dapat menghasilkan peraturan tentang etika mahasiswa di lingkungan kampus Politeknik Negeri Malang (Polinema), Komisi III Senat Polinema menyelenggarakan Workshop Pembahasan Kode Etik Mahasiswa di Fave Hotel kota Malang hari ini, Selasa (10/11/2020). Acara yang dilaksanakan selama dua hari secara daring (online) […]

  • Suasana Tasyakuran 12 Tahun HotelIbis Styles Malang

    Suasana Tasyakuran 12 Tahun HotelIbis Styles Malang

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 22.566
    • 0Komentar

    Post Views: 4

  • Lolos Verifikasi Awal KPU, PPP kota Malang usung Bunda Heri Pudji dalam Pilkada 2018

    Lolos Verifikasi Awal KPU, PPP kota Malang usung Bunda Heri Pudji dalam Pilkada 2018

    • calendar_month Senin, 16 Okt 2017
    • account_circle redaksi
    • visibility 475
    • 0Komentar

    Kota Malang – Setelah memperbaiki berkas yang telah dikembalikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Malang, pengurus DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kota Malang sekitar pukul 09.00 WIB kembali mendatangi kantor KPU kota Malang untuk menyerahkan berkas pendaftaran Partai Politik. “Alhamdulillah berkas kami sejumlah 1.056 KTA dan KTP sudah dinyatakan memenuhi syarat dan berhasil lolos […]

expand_less