Operasional Air Mancur Alun-Alun Merdeka Kota Malang Dibatasi, DLH Terapkan Larangan Mandi
- account_circle redaksi
- calendar_month Senin, 17 Agt 2026
- visibility 28
- print Cetak

Suasana Air Mancur Alun-Alun Merdeka Kota Malang (Foto : Fatma AdaDiMalang)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang, ADADIMALANG.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang resmi membatasi jam operasional air mancur di Alun-Alun Merdeka Kota Malang. Kebijakan ini diambil guna menjaga kebersihan fasilitas publik serta mencegah potensi masalah kesehatan pada masyarakat.
Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, mengonfirmasi bahwa air mancur kini hanya difungsikan pada malam hari. Fasilitas tersebut beroperasi mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WIB dengan sistem jeda mati-hidup, sementara operasional pada pagi hingga siang hari dihentikan.
Langkah pembatasan ini dipicu oleh maraknya anak-anak yang menggunakan area air mancur untuk mandi saat fasilitas dioperasikan sepanjang hari. Kondisi tersebut dinilai menurunkan kualitas air penampungan yang diputar kembali tanpa sistem penyaringan langsung.
Raymond mengungkapkan, aktivitas anak-anak yang mandi dan buang air kecil di kolam penampungan menyebabkan munculnya keluhan kesehatan. Beberapa laporan mencatat adanya anak-anak yang mengalami gatal-gatal usai bermain di area air mancur tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran.(Fatma AdaDiMalang)
“Sengaja kita hidupkan setelah jam 6 malam sampai jam 9. Pagi dan siang tidak dihidupkan lagi karena air yang dipancurkan merupakan air sirkulasi dari penampungan tanpa sistem penyaringan langsung,” ujar Raymond.
Ia menegaskan bahwa pihak DLH Kota Malang secara resmi melarang pengunjung, khususnya anak-anak, untuk mandi di kolam air mancur. Guna mempertegas aturan tersebut, pimpinan DLH memastikan papan imbauan dan larangan telah dipasang di sekitar lokasi Alun-Alun Merdeka.
“Di situ kita tulisin dilarang mandi, Mas. Pengunjung hanya diperbolehkan menikmati pemandangan dan menggunakannya sebagai spot foto pada malam hari,” kata Raymond menambahkan.
Mengenai teknis pemeliharaan, DLH menggunakan air PDAM yang diganti secara berkala setiap tiga hari hingga satu minggu sekali. Penggunaan air tanah dihindari untuk mematuhi regulasi lingkungan, sementara perbaikan mesin pompa yang sempat rusak terendam banjir kini telah rampung dan beroperasi normal kembali. (Ftm/A.Y)
- Penulis: redaksi



