~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Perkuat Deteksi Dini Ancaman, Pemkot Malang Tajamkan Kapasitas Anggota FKDM

Perkuat Deteksi Dini Ancaman, Pemkot Malang Tajamkan Kapasitas Anggota FKDM

  • account_circle Fitri
  • calendar_month 20 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar kegiatan optimalisasi dan penajaman kapasitas anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat pemetaan serta deteksi dini terhadap potensi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) di wilayah Kota Malang.

Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut melibatkan narasumber ahli dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perguruan tinggi, hingga Badan Intelijen Negara (BIN). Pelatihan difokuskan pada penguatan teknik analisis lapangan dan penyusunan laporan prediktif yang presisi bagi 41 anggota FKDM periode 2026–2028 yang baru dikukuhkan.

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., menegaskan bahwa keberadaan FKDM sangat krusial dalam menjaga kondusivitas kota. Hal ini mengingat para anggota FKDM beroperasi langsung hingga ke tingkat akar rumput untuk menyerap aspirasi dan dinamika sosial masyarakat.

“FKDM ini memberikan data-data yang akurat. Data tersebut kemudian dikaji bersama Bakesbangpol untuk menjadi masukan serta pertimbangan bagi kami dalam mengambil langkah dan kebijakan yang tepat,” ujar Wahyu.

Wahyu menjelaskan bahwa potensi kerawanan saat ini tidak hanya terbatas pada isu kerawanan konvensional, melainkan mencakup spektrum Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, dan Keamanan serta mitigasi ATHG secara menyeluruh. Terlebih menjelang akhir tahun, kesiapsiagaan kota perlu ditingkatkan dalam menghadapi lonjakan arus wisata Natal dan Tahun Baru (Nataru), potensi bencana akibat cuaca ekstrem musim penghujan, hingga penyesuaian kebijakan pusat di daerah.

Sebagai langkah tindak lanjut dari analisis lapangan FKDM, Pemkot Malang juga rutin menggelar forum komunikasi informal antar-instansi guna merespons laporan secara cepat dan terukur.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, menjelaskan bahwa fokus utama dari kegiatan dua hari ini adalah penajaman kemampuan analisis dan teknik pengemasan laporan, sehingga masukan yang disampaikan kepada Wali Kota memiliki bobot analisis intelijen yang tajam.

“Kami menginginkan adanya peningkatan kepekaan dan penajaman analisis dari anggota FKDM dalam mengidentifikasi dugaan ATHG. Harapannya, laporan yang disajikan kepada Bapak Wali Kota jauh lebih bagus pengemasannya, lebih akurat, dan dapat menjadi bahasa prediksi yang kuat,” tutur Noer Rahman.

Noer Rahman menambahkan, 41 anggota FKDM yang bertugas pada periode 2026–2028 ini telah melalui proses seleksi dan filtrasi yang ketat. Anggota tersebut terdiri dari 11 orang pengurus tingkat kota serta 30 orang perwakilan kecamatan, di mana masing-masing dari lima kecamatan di Kota Malang ditempatkan enam orang personel.

Mengenai operasional dan kesejahteraan anggota, Rahman menegaskan bahwa tugas FKDM selama dua tahun ke depan didukung penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang. Support tersebut disalurkan melalui mekanisme dana hibah serta pembiayaan program peningkatan kapasitas pada DPA Perubahan Bakesbangpol 2026, bukan berupa gaji atau honorarium bulanan. (Fit/A.Y)

  • Penulis: Fitri
expand_less