~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tim Pentavictor UM Ubah Limbah Kopi Menjadi Produk Teh Bernilai Ekonomi Tinggi

Tim Pentavictor UM Ubah Limbah Kopi Menjadi Produk Teh Bernilai Ekonomi Tinggi

  • account_circle Agus Yuwono
  • calendar_month Jumat, 27 Agt 2021
  • visibility 274
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADADIMALANG – Menyadari potensi kopi yang dimiliki di desa Kemiri, kecamatan Jabung, kabupaten Malang membuat lima mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam Tim Pentavictor  memilih lokasi tersebut untuk pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM).

Kegiatan PKM yang merupakan salah satu wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut dijadikan momen untuk memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya di desa Kemiri tersebut.

Dengan tujuan memberikan manfaat bagi masyarakat dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki di desa Kemiri tersebut, tim Pentavictor menciptakan program Cycle System of Product Industrial Activities (CSPIA) Berbasis IPTEK untuk memberdayakan Stakeholder guna mewujudkan Desa Kemiri Sejahtera.

“Cycle System of Product Industrial Activities (CSPIA) Berbasis IPTEK dalam hal ini menyinergikan semua stakeholder yang ada dalam potensi kopi untuk menghasilkan produk bernilai dengan menggunakan IPTEK. CSPIA ini merupakan solusi dalam membangun sistem ekonomi masyarakat Desa Kemiri dengan cara mengoptimalkan sumber daya lokal potensi kulit kopi,” ungkap Ketua Tim Pentavictor, Haydar Nur Arsyad.

Menurut mahasiswa angkatan tahun 2018 jurusan Kimia UM tersebut, Sistem dan kompetensi yang perlu dioptimalkan untuk dapat mendukung UMKM kulit kopi yang ada di Desa Kemiri dengan memberdayakan stakeholder yang ada di desa Kemiri.

Sementara itu anggota tim yang lain yakni Nisfatul Amarawardani menjelaskan bahwa di desa Kemiri yang menjadi masyarakat mitra dari program CSPIA Berbasis IPTEK tim Pentavictor tersebut diketahui limbah kulit kopi selama ini hanya dijadikan pakan ternak atau dibuang begitu saja.

“Padahal limbah kulit kopi tersebut dapat diolah kembali menjadi sebuah produk yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi karena rasanya yang unik dan memiliki segudang manfaat,” ujar perempuan yang tengah menempuh pendidikan di jurusan Bioteknologi UM ini.

Perlu diketahui, hasil biji kopi dari perkebunan masyarakat di Desa Kemiri selama satu bulan kurang lebih mencapai 300 ton (30.000 kg) dimana 43,2 persennya merupakan kulit kopi yang menjadi limbah.

Selain kulit kopi yang kurang dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat setempat, Sumber Daya Manusia khususnya PKK Desa Kemiri yang masih kurang aktif dalam kegiatan pemberdayaan desa menjadi permasalahan yang harus diselesaikan pula.

Hal tersebut seperti yang disampaikan Ketua PKK desa Kemiri yakini Tumiasih saat melakukan wawancara dengan tim Pentavictor.

“Melihat potensi dan kendala yang ada tersebut, kami memutuskan sosialisasi CSPIA berbasis IPTEK secara offline kepada kelompok PKK desa Kemiri dan dua kali pelatihan secara online untuk melakukan pengolahan limbah kopi tersebut dan melatih kompetensi entrepreneur seperti Rebranding, Repackaging dan Repositioning (3R) yang berbasis IPTEK,” jelas anggota tim lainnya, Dewi Jalinan Izzah.

Menurut Dewi, salah satu pelatihan yang diberikan dari program CSPIA Berbasis IPTEK adalah membuat produk dari kulit kopi menjadi olahan minuman seduh (teh) yang memiliki nama brand produk TEKOKO.

“Dalam produk olahan minuman seduh tersebut memiliki tiga varian rasa diantaranya rasa original, rasa strawberry, dan juga rasa apel,” ungkap Dewi Jalinan Izzah.

Dengan program CSPIA Berbasis IPTEK tersebut, kelompok PKK desa Kemiri dapat kembali produktif dengan memanfaatkan kopi menjadi produk oleh-oleh khas Desa Kemiri Jabung, kabupaten Malang.

“Kami membentuk anggota PKK desa Kemiri menjadi kader CSPIA Berbasis IPTEK sebagai penggerak untuk melaksanakan program CSPIA Berbasis IPTEK secara mandiri dapat menciptakan usaha yang legal dalam memproduksi kulit kopi menjadi olahan minuman seduh (teh) melalui izin PIRT,” ujar anggota tim Pentavictor lainnya, M. Furqon Hidayatullah.

Perlu diketahui, limbah kulit kopi tersebut harus menjalani empat tahapan agar dapat dinikmati menjadi teh seduhan.

“Kopi dikeringkan secara natural dengan dijemur di bawah sinar matahari lalu ditumbuk untuk memisahkan kulit dari bijinya kemudian kulit kopi dihaluskan dengan menggunakan blender. Hasil blender kulit kopi yang sudah berbentuk serbuk tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kantong teh yang akan ditutup dengan menggunakan mesin press,” jelas Lindia Rizkitasari, salah satu anggota tim Pentavictor lainnya yang dibimbing oleh Dr. Heny Kusdiyanti, S. Pd., M.M ini. (A.Y)

  • Penulis: Agus Yuwono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudah 98% Terselesaikan, Menteri PKP RI Datangi Rumah Susun Kampus UNITRI Malang

    Sudah 98% Terselesaikan, Menteri PKP RI Datangi Rumah Susun Kampus UNITRI Malang

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 591
    • 0Komentar

    Kab. Malang | ADADIMALANG.COM — Pembangunan Rumah Susun (Rusun) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang yang telah mencapai 98% penyelesaian mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Pusat. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait menyambangi lokasi Rusun di Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang malam hari tadi, Jumat (17/10/2025). ​Kunjungan ini dilakukan dalam rangka meninjau […]

  • Sutiaji Sambut Baik Diluncurkannya Fave Hotel Tlogomas

    Sutiaji Sambut Baik Diluncurkannya Fave Hotel Tlogomas

    • calendar_month Jumat, 1 Mar 2019
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Berharap bisa bermanfaat bagi banyak masyarakat di kota Malang. Kota Malang – Walikota Malang, Sutiaji menyambut baik atas dibukanya Fave Hotel Tlogomas siang hari ini dengan harapan akan semakin menunjang sarana pariwisata di kota Malang. Sesuai dengan visi yang diusungnya yaitu membangun kota Malang melalui sektor pariwisata, Sutiaji menilai dengan semakin banyaknya hotel yang di […]

  • Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nurwidianto menerima penghargaan IDEAS untuk Pemerintah kota Malang (Foto : Istimewa)

    UMKM of The Week Antarkan Kota Malang Raih Penghargaan IDEAS

    • calendar_month Sabtu, 6 Agt 2022
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Wali Kota Malang Sutiaji dinobatkan sebagai Tokoh Publik Terpopuler Media Online. ADADIMALANG – Menjual berbagai produk UMKM melalui kanal media sosial yang diterapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, berhasil meraih apresiasi sebagai ‘Gold Winner’ untuk kategori Koperasi dan UMKM pada acara puncak Indonesia DEI&ESG Awards (IDEAS) tahun 2022 yang digelar Humas Indonesia di Labuan Bajo […]

  • Mie Buto Ijo kini hadir di Posko PAS Malang

    Mie Buto Ijo kini hadir di Posko PAS Malang

    • calendar_month Rabu, 20 Sep 2017
    • account_circle redaksi
    • visibility 649
    • 0Komentar

    Kota Malang – Jika selama ini Bona Cafe yang ada di jalan Kedondong nomor 2 kota Malang menjadi tempat nongkrong muda mudi menghabiskan waktu dengan minum kopi dengan berbagai macam varian kopi nusantara, namun sejak tanggal 18 September 2017 lalu ada yang baru di Posko Persaudaraan Agus Sejagad (PAS) tersebut. “Untuk anggota Persaudaraan Agus Sejagad […]

  • Masih banyak masyarakat “nggantol” listrik membuat PLN merugi 400 juta perbulan

    Masih banyak masyarakat “nggantol” listrik membuat PLN merugi 400 juta perbulan

    • calendar_month Rabu, 5 Okt 2016
    • account_circle redaksi
    • visibility 366
    • 0Komentar

    ADADIMALANG – Banyaknya masyarakat kota Malang yang masih melakukan pencurian listrik untuk penerangan jalan umum di kampung sekitar tempat tinggalnya, membuat PLN Rayon kota Malang merugi 400 juta setiap bulannya. “Masih banyak masyarakat yang melakukan pencurian listrik dengan cara langsung menyambung (“nggantol”) langsung ke kabel PLN,” ujar Lucia Setyowati, Manager PLN Rayon kota Malang. Dalam […]

  • Kampung 3G tandatangani kerjasama dengan Unisma untuk mewujudkan ‘Go Green Campus’

    Kampung 3G tandatangani kerjasama dengan Unisma untuk mewujudkan ‘Go Green Campus’

    • calendar_month Rabu, 29 Nov 2017
    • account_circle redaksi
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Kota Malang – Melihat potensi dan hasil inovasi dari Bambang Irianto dalam menginisiasi dan mengembangkan Kampung Glintung Go Green (3G) yang terus membuahkan penghargaan dan pengakuan dari banyak pihak hingga dunia internasional, mulai dilirik oleh para akademisi untuk turut berperan dalam menjaga lingkungan mnimal di wilayah kampusnya masing-masing. Salah satu yang langsung mengambil tindakan kongkrit […]

expand_less