Universitas Brawijaya Menjadi Penyelenggara UTBK 2023 Dengan Jumlah Peserta Terbanyak
- account_circle Agus Yuwono
- calendar_month Jumat, 5 Mei 2023
- visibility 303
- print Cetak

Pelaksanaan Briefing Pengawas UTBK SNBT 2023 di Samantha Krida hari Kamis kemarin (04/05/2023)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Setiap sesi akan diikuti oleh 1.580 orang peserta dan dilaksanakan selama tujuh hari.
ADADIMALANG – Universitas Brawijaya (UB) menjadi satu dari tiga besar penyelenggara Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dengan peserta terbanyak.
Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Imam Santoso, M.P pada Briefing Pengawas UTBK SNBT 2023 di Samantha Krida hari Kamis kemarin (04/05/2023).
UTBK Gelombang pertama akan dilaksanakan selama tujuh hari mulai hari Senin (08/05/2023) hingga hari Minggu (14/05/2023) dimana setiap harinya akan diselenggarakan dua sesi ujian dengan jumlah peserta 1.580 peserta di tiap sesi.
“Pelaksanaan UTBK UB tersebar di 16 lokasi dengan jumlah 61 ruang seperti di Rektorat Teknologi Informasi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas MIPA, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Teknik, Fakultas Teknologi Pertanian dan Fakultas Vokasi,” jelas Prof. Imam.
Prof. Imam berharap panitia dapatmaksimal memberikan layanan yang baik selama tidak termasuk dalam kategori pelanggaran.
“Mohon teman-teman di lapangan, petugas parkir, penanggung jawab ruang ini harus memberikan layanan yang sebaik-baiknya. Kita anggap mereka adik-adik kita, anak-anak kita yang mau menuju ke lokasi saja sudah susah, belum lagi ada pembatasan kendaraan, “ ujarnya.
Sementara itu, Dr. Rosihan Asmara, SE., MP. selaku Direktur Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB menyampaikan UTBK tahun ini berbeda dengan tahun lalu dimana meskipun protocol Kesehatan tetap diterapkan tetapi tidak seketat tahun sebelumnya.
“Tahun ini, walaupun protokol kesehatan kita terapkan tidak seketat tahun lalu, namun konsentrasi pengawas adalah pengetatan terhadap kecurangan, “ pungkas Rosihan Asmara. (A.Y)
- Penulis: Agus Yuwono




Saat ini belum ada komentar