ADADIMALANG COM | Kampus ABM – Setelah sepuluh bulan belajar di kampus STIE Malangkuçeçwara (ABM) Malang, tujuh mahasiswa peserta program Darmasiswa dan satu mahasiswa BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) Khusus hari ini (10/06) dilepas untuk kembali ke negaranya masing-masing.
Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) STIE Malangkuçeçwara yakni Ir. Dwi Nita Aryani, MM., PhD., menyampaikan proses yang luar biasa untuk peserta Darmasiswa yang awalnya hanya bisa mengucapkan salam namun saat ini telah mampu berkomunikasi bahasa Indonesia dengan sangat baik.
“Saya berharap apa yang telah didapatkan selama sepuluh bulan di STIE Malangkuçeçwara untuk belajar bahasa dan budaya Indonesia tidak hilang dan akan memperoleh manfaat dari pembelajaran bahasa Indonesia selama ini,” ungkap Dwi Nita Aryani.
Menurut Dwi Nita, para peserta program Darmasiswa dan Bipa Khusus di kampus STIE Malangkuçeçwara yang akan dilepaskan ini berasal dari berbagai negara seperti Mesir, Amerika, Jepang dan lain sebagainya.
“Alhamdulillah jumlah peserta program Darmasiswa atau BIPA Khusus dan program internasional lainnya di kampus STIE Malangkuçeçwara ini terus bertambah dan rata-rata progress pembelajaran mereka sangat terlihat meningkat secara signifikan setelah mereka menyelesaikam program,” ungkap Dwi Nita.
Salah satu metode yang dipergunakan oleh STIE Malangkuçeçwara agar pembelajara budaya dan bahasa Indonesia berjalan optimal adalah celup total, dimana peserta program akan ditempatkan di rumah warga sehingga hanya dapat menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi setiap hari. Selain itu disiapkan peer tutor yang akan mendampingi para peserta program yang juga tinggal di rumah warga.
Sementara itu, Ketua STIE Malangkuçeçwara Drs. Bunyamin, MM., Ph.D., menyampaikan rerata peserta program belajar bahasa dan budaya Indonesia di kampus STIE Malangkuçeçwara mengalami banyak peningkatan signifikan.
“Hal ini juga didukung dengan budaya masyarakat Indonesia yang sangat terbuka yang telah dilihat dan dipelajari selama sepuluh bulan berada di Kota Malang ini. Anda boleh bertamu selama satu hari, sepuluh bulanpun anda di sini anda tetap tamu kami. Dentu dalam memahami bahasa dan budaya Indonesia ini ada mahasiswa yang mampu cepat mengerti atau memahami, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mengerti,” ungkap Bunyamin.
Sebelum menutup program Darmasiswa dan BIPA Khusus serta melepas para peserta kembali ke negaranya masing-masing, Bunyamin menyampaikan apresiasinya kepada para pengajar di ISP STIE Malangkuçeçwara yang selama ini telah bekerja keras mengajarkan para peserta Darmasiswa dan BIPA Khusus untuk mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.
Sebelum meninggalkan kampus STIE Malangkuçeçwara dan kembali ke negara atau kampusnya masing-masing, tujuh mahasiswa Darmasiswa dan satu orang peserta BIPA Khusus menyampaikan pesan dan kesan-kesannya setelah sepuluh bulan berada di Kota Malang dan kuliah di STIE Malangkuçeçwara.
Satu-satunya peserta BIPA Khusus 2023/2024 yang juga akan kembali yakni Hikaru mengaku sebelum mengikuti program BIPA Khusus ke kampus STIE Malangkuçeçwara dirinya benar-benar tidak memiliki pengetahuan tentang Indonesia.
“Saya senang sekali mengikuti program ini karena saya jadi lebih bisa menguasai bahasa Indonesia, termasuk bertemu dengan orang Indonesia yang baik hati ini. Saya tidak akan melupakan pengalaman yang saya dapatkan setelah sepuluh bulan belajar di Kota Malang Indonesia ini,” tukas Hikaru. (A.Y)