Kab. Malang | ADADIMALANG.COM – Program “Kampus Berdampak” yang dicanangkan Kemendikti Saintek di STIE Malangkuçeçwara (ABM Malang) bukan sekadar slogan. Hal ini dibuktikan melalui aksi nyata dua mahasiswa program Magister STIE Malangkuçeçwara yakni Budi Cahyono dan Ayu Puspita Sari, yang turun langsung melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang hari Sabtu (31/01/2026) lalu.

Kedua mahasiswa S2 ini membawa misi besar untuk mendukung keinginan Pemerintah Desa Pandanajeng dalam menciptakan lingkungan yang lebih asri dan hijau. Fokus utama kegiatan mereka adalah penanaman bibit pohon di sepanjang jalan desa yang menjadi akses utama warga.

Budi Cahyono menjelaskan bahwa pemilihan jenis tanaman dilakukan dengan pertimbangan matang agar memberikan manfaat jangka panjang bagi warga setempat.

“Melalui penanaman pohon ini, kami berharap kondisi Desa Pandanajeng menjadi jauh lebih hijau. Selain itu, dengan adanya bibit durian yang kita tanam, hasil bumi desa akan bertambah dan menjadi potensi ekonomi baru di masa mendatang,” ujar Budi usai menanam bibit durian dan pucuk merah.

Kegiatan penghijauan mahasiswa S2 STIE Malangkuçeçwara ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dijalankan oleh seluruh civitas akademika. Di STIE Malangkuçeçwara, tanggung jawab sosial ini tidak hanya dibebankan kepada dosen atau mahasiswa jenjang Sarjana (S1), tetapi juga menjadi bagian penting dari kurikulum mahasiswa jenjang Magister (S2).

Langkah tersebut selaras dengan visi Kampus Berdampak, di mana institusi pendidikan tinggi diharapkan mampu memberikan solusi nyata dan manfaat langsung terhadap permasalahan atau kebutuhan masyarakat di sekitarnya.

Inisiatif dari Budi dan Ayu ini mendapat sambutan hangat dari Kepala Desa Pandanajeng, Muhammad Edy Mansyur. Ia menilai kehadiran mahasiswa pascasarjana memberikan warna baru dan sudut pandang yang lebih tajam dalam melihat potensi desa.

Melihat dampak positif yang dibawa oleh para akademisi ABM Malang, Edy Mansyur secara terbuka memberikan penawaran kerjasama yang lebih formal dan berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan ini. Karena itu, kami menawarkan kepada kampus STIE Malangkuçeçwara untuk melakukan kerjasama jangka panjang melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Desa Pandanajeng,” tegas Edy Mansyur.

Ajakan kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat mampu membangun kepercayaan yang kuat antara dunia pendidikan dan pemerintah level desa, demi kemajuan pembangunan wilayah secara terpadu. (A.Y)