Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) II Surabaya mengambil langkah proaktif untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan di wilayah Jawa Timur. Kali ini, Kota Malang menjadi titik temu bagi lebih dari 300 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang komunitas dalam agenda sosialisasi yang berlangsung di Green Leaf, Jalan Pahlawan Trip sore hari tadi, Jumat (27/02/2026).

Kegiatan bertajuk ‘Edukasi dan Literasi Keuangan Lembaga Penjamin Simpanan Bersama Komunitas di Kota Malangc ini mencatatkan sejarah baru bagi LPS II Surabaya. Kepala Kantor LPS II Surabaya, Bambang Samsul Hidayat, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan perdana yang melibatkan massa dalam jumlah besar dari beragam jenis komunitas secara bersamaan.

“Kalau sebelumnya kami sudah pernah melakukan pertemuan di kota Batu tetapi hanya dengan komunitas UMKM saja, tetapi untuk kali ini dengan berbagai komunitas di Malang yang beraneka macam ini karena kami mencoba untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas lagi,” ungkap Bambang.

Kepala Kantor LPS II Surabaya, Bambang Samsul Hidayat saat memberikan sambutan di awal acara (Foto : Agus Yuwono)
Kepala Kantor LPS II Surabaya, Bambang Samsul Hidayat saat memberikan sambutan di awal acara (Foto : Agus Yuwono)

Melalui forum ini, Bambang berharap masyarakat semakin memahami fungsi, tugas, serta kewenangan LPS dalam menjaga stabilitas perbankan. Tak hanya soal penjaminan simpanan, peserta juga dibekali materi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai strategi investasi yang aman sekaligus tips dari spesialis media sosial untuk mengembangkan ekosistem komunitas.

“Jadi sore ini ada tiga pembicara yang akan membahas tentang penjaminan itu dari LPS, kemudian kami juga mengundang OJK untuk memberikan informasi tentang bagaimana caranya melakukan investasi yang baik, termasuk mengantisipasi investasi ilegal atau penipuan. Mengingat yang hadir ini adalah komunitas yang mungkin belum tahu bagaimana cara memasarkan komunitasnya, maka kami juga mengundang sosial media spesialis di sore hari ini,” tambah Bambang.

Tiga pemateri dari LPS, OJK Malang dan Media Sosial Expertis hadir dalam kegiatan tersebut (Foto : Agus Yuwono)
Tiga pemateri dari LPS, OJK Malang dan Media Sosial Expertis hadir dalam kegiatan tersebut (Foto : Agus Yuwono)

Dalam kesempatan yang sama, Kepala OJK Malang, Farid Falatehan, menyoroti fenomena kerawanan investasi yang tengah marak. Farid memberikan peringatan keras mengenai potensi penipuan yang kini menyasar seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang tingkat pendidikan.

“Saya juga menjelaskan beberapa hal mengenai investasi, termasuk investasi syariah, dan yang penting lagi itu terkait dengan banyaknya penipuan yang ada saat ini. Kami mengingatkan semua yang hadir di sini untuk waspada yang mungkin merasa aman karena tidak tersentuh penipuan karena penipuan itu bisa masuk ke semua level atau ke semua tingkatan baik yang berpendidikan maupun tidak,” jelas Farid.

Data OJK Malang mencatat angka yang cukup mengkhawatirkan sepanjang tahun 2025. Sebanyak 21 persen dari total laporan yang masuk merupakan pengaduan terkait penipuan. Farid meyakini angka riil di lapangan jauh lebih tinggi karena banyak korban yang enggan melapor.

Beberapa modus yang wajib diwaspadai antara lain pengiriman tautan atau link undangan pernikahan palsu dari pengirim tidak dikenal. Selain itu, pelaku kerap menyaru sebagai petugas dari Dinas Kependudukan, perbankan, hingga instansi resmi seperti Dirjen Pajak, Bank Indonesia, dan OJK.

Sebagai langkah preventif dan penanganan cepat, Farid mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban untuk segera melapor melalui platform resmi IASC di laman iasc.ojk.go.id. Kecepatan pelaporan menjadi kunci utama dalam upaya penyelamatan dana nasabah.

“Semakin cepat melapor maka kemungkinan dilakukan pemblokiran untuk menyelamatkan uang yang ditipu akan semakin besar peluangnya. Lebih cepat. Tapi kalau lama, uang kemungkinannya akan hilang. Silakan masyarakat nanti manfaatkan IASC sebaik mungkin,” tutup Farid. (A.Y)

Video :