Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha dinilai menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Malang. Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia Kota Malang sore hari tadi, Sabtu (07/03/2026).

Dalam sambutannya, Ali Muthohirin menekankan bahwa peran organisasi pengusaha sangat penting dalam menjaga dinamika perekonomian daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi faktor penting agar aktivitas ekonomi di Kota Malang tetap berjalan dengan baik.

“Peran KADIN dan HIPMI sangat penting dalam mendukung stabilitas ekonomi sehingga ekonomi di Kota Malang tetap berjalan. Kolaborasi dengan Pemerintah Kota Malang tentu tidak bisa kita lepaskan,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi Kota Malang menunjukkan perkembangan yang positif, masih ada persoalan yang perlu diselesaikan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah tingkat kesenjangan ekonomi yang masih relatif tinggi dan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.

“Kolaborasi antara Pemerintah Kota Malang dengan KADIN dan HIPMI dapat menjadi solusi efektif untuk mengurai berbagai persoalan ekonomi yang ada,” ungkap Wakil Wali Kota Malang.

Ali menyebut Kota Malang memiliki sejumlah modal penting untuk memperkuat pembangunan ekonomi daerah. Setidaknya terdapat tiga kekuatan utama yang dimiliki, yakni budaya yang kuat, talenta generasi muda, serta perkembangan teknologi.

Budaya masyarakat Malang yang kuat, menurutnya, menjadi karakter penting yang membentuk daya juang para pelaku usaha. Sementara itu, generasi muda yang kreatif dan inovatif dinilai menjadi potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.

Wakil Wali Kota Malang juga menyinggung bonus demografi yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tahun 2045 dimana hal tersebut dapat menjadi peluang besar apabila dikelola dengan baik namun berpotensi menjadi masalah jika tidak disiapkan ruang ekonomi dan ruang kreatif bagi generasi muda.

“Kalau tidak kita olah dan tidak kita sediakan ruang ruang kreatif serta ruang ekonomi, ini bisa menjadi bencana demografi. Maka ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” jelasnya.

Ketua KADIN Kota Malang Djoko Prihatin menyerahkan penghargaan untuk Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin sore tadi (Foto : Agus Yuwono)
Ketua KADIN Kota Malang Djoko Prihatin menyerahkan penghargaan untuk Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin sore tadi (Foto : Agus Yuwono)

Pada kesempatan yang sama, Ketua KADIN Kota Malang, Djoko Prihatin, juga menyerahkan penghargaan kepada Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dalam nominasi Strategic Government Partner Award. Penghargaan tersebut diberikan kepada pemimpin daerah yang dinilai berperan besar dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menerima penghargaan Public Policity Inovation Award yang diberikan kepada tokoh pemerintah yang dinilai menghadirkan inovasi kebijakan yang berdampak pada penguatan ekonomi daerah.

Djoko Prihatin menjelaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama tersebut menjadi ajang kolaborasi pertama antara KADIN dan HIPMI Kota Malang dengan menghadirkan sekitar 250 peserta dari berbagai unsur yang tergabung di KADIN dan HIPMI kota Malang.

Ketua KADIN Kota Malang,Djoko Prihatin saat menyampaikan sambutannya (Foto : Agus Yuwono)
Ketua KADIN Kota Malang,Djoko Prihatin saat menyampaikan sambutannya (Foto : Agus Yuwono)

“Dihadiri sekitar 250 orang di kota Malang ini menjadi ajang kolaborasi pertama antara HOPMI dan KADIN Kota Malang. Di sini kami melihat bahwa keinginan kami ke depan bersama dengan pemerintahan, pengusaha muda dapat berkolaborasi untuk meningkatkan perekonomian di kota Malang dapat tumbuh pesat dan berkembang. Saya yakin dengan sinergitas yang baik bersama dengan pemerintahan dan perwakilan DPRD dan juga pengusaha, maka akan terjadi satu buah kolaborasi yang bagus,” ungkap Djoko Prihatin.

Djoko menambahkan bahwa KADIN dan HIPMI ingin memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Kota Malang melalui keterlibatan langsung dalam penguatan ekosistem usaha daerah.

“Kami ingin dapat terlibat di dalamnya, bagaimana putra asli daerah yang tergabung di KADIN dan HIPMI ini dapat turut serta membangun ekosistem yang baik di kota Malang bersama dengan Pemerintah Kota Malang,” ujarnya.

Sementara itu di lokasi yang sama, Ketua HIPMI Kota Malang, Hendi Suryoleksono menyampaikan bahwa kegiatan kolaborasi antara KADIN dan HIPMI mendapat respon positif dari berbagai pihak, termasuk dari Wakil Wali Kota Malang yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Hari ini kami juga meluncurkan Learning Management System (LMS) untuk menjadi bahan edukasi bagi para pengusaha pengusaha baru, dengan harapan para pengusaha itu akan memiliki sekolah online bersama yakni Smart.id,” ungkap Hendi.

Ia juga menyampaikan harapannya agar Jawa Timur dapat menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional HIPMI pada tahun 2026 ini.

Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, KADIN Kota Malang juga menggelar ‘KADIN Malang Economic Leadership Award 2026’ yang diberikan kepada delapan tokoh di Kota Malang dalam delapan kategori penghargaan.

Beberapa penerima penghargaan antara lain Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dalam kategori Strategic Government Partner Award, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin dalam kategori Public Policity Inovation Award, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi dalam kategori Strategic Economic Partnership Award, Andi dari Aumireta Furniture dalam kategori Global Market Pioner Award, Hendra Hartanto dari Green Orchid Property dalam kategori Property and Urban Development Excellence Award, Nang dari Anak Baik Group dalam kategori Capital Market Trailblazer Award, Mahrus Ali dari PT Roundbox Animation dalam kategori Creative Economy Global Impact Award, serta Edy Wahyono yang menerima KADIN Legacy Award atas kontribusinya bagi organisasi KADIN. (A.Y)