Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Festival Semar Tempoe Doeloe (STD) jilid 3 resmi memasuki puncak acara pada sore hari tadi, Minggu (17/05/2026). Penutupan festival yang telah berlangsung selama empat hari di wilayah Arjosari ini terasa lebih istimewa karena dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Siraduhita, SS., yang turut meninjau berbagai stan UMKM hasil karya warga setempat.

Dalam laporannya, Ketua Pelaksana Festival STD 3 yakni Dina Arisnawaty, SP., menjelaskan bahwa ajang tahunan ini merupakan inisiatif swadaya dari warga RT 6 RW 2 Arjosari yang tergabung dalam komunitas Kampung Semar (Senang Menanam Ramai-Ramai) yang selama ini dikenal dengan pegiat lingkungan. Selama pelaksanaan tahun ini, antusiasme masyarakat tercatat sangat tinggi dengan dampak ekonomi yang signifikan.

“Kegiatan swadaya masyarakat ini dilaksanakan selama empat hari dengan melibatkan masyarakat sekitar dan juga masyarakat umum untuk berpartisipasi memeriahkan STD Jilid 3. Selama pelaksanaan, terjadi perputaran uang kurang lebih Rp100 juta yang berdampak pada UMKM setempat,” ungkap Dina yang akrab disapa Ina.

Selain meninjau berbagai pernik sejarah yang dihadirkan untuk memperkuat tema ‘Lorong Waktu’ Festival STD 3 ini, Ketua DPRD juga melihat dan berinteraksi dengan warga masyarakat yang menjual produk UMKM dalam kegiatan tersebut.

Amithya Ratnanggani Siraduhita dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap kemandirian warga RT 6 RW 2 Arjosari yang mampu menghadirkan gelaran yang tak sederhana dan berdampak luas. Perempuan yang akrab disapa Mia ini menilai bahwa meskipun kegiatan ini bermula dari lingkup kecil, dampak yang dihasilkan sangat besar bagi ketahanan ekonomi masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan tahunan ini, karena dengan kegiatan-kegiatan yang tidak sepele ini, meskipun kecil tapi dampaknya luar biasa apabila kita lakukan secara serentak dan berkala untuk mencapai target-target tertentu,” ujar Mia.

Mia juga menekankan bahwa semangat gotong royong yang ditunjukkan warga melalui Kampung Semar adalah modal kuat untuk menghadapi ketidakpastian global di masa depan.

“Dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan kecil secara gotong royong ini mampu melewati berbagai tantangan, seperti saat pandemi covid-19 yang sudah terbukti mampu survive. Dengan kegiatan-kegiatan bergotong royong seperti kampung Semar dan festival Semar Tempoe Doeloe ini saya yakin akan menjadi cara untuk mampu menghadapi tantangan-tantangan ke depan,” tambahnya.

Ketua DPRD Kota Malang juga menitipkan pesan kepada Camat Blimbing dan Lurah Arjosari agar terus memelihara kegiatan positif semacam Festival Semar Tempoe Doeloe dan komunitas Kampung Semar Arjosari, karena menurutnya, festival ini merupakan sarana edukasi bagi generasi muda untuk belajar berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri melalui pergerakan ekonomi kreatif yang terorganisir.

“Dalam waktu empat hari ada perputaran ekonomi hampir Rp100 juta, ini kan luar biasa. Kegiatan Festival STD 3 ini juga mengajarkan kepada generasi berikutnya bahwa sebetulnya kita bisa bergerak bersama-sama dengan memiliki kegiatan positif yang bisa kita andalkan menjadi sesuatu yang bisa memperbaiki perekonomian kita,” tegas Mia.

Menutup arahannya, Mia menyatakan dukungan penuh dari legislatif terhadap proyek-proyek pemberdayaan masyarakat seperti ini agar bisa terus dikembangkan dan berdampak lebih luas.

“Yang jelas saya mewakili teman-teman DPRD Kota Malang sangat berbangga bisa hadir di acara ini dan kita sangat mendukung. Monggo apabila ada yang bisa kita bantu untuk bapak ibu sekalian untuk sama-sama mengkonsepkan kebijakan kepada pemerintah Kota Malang yang lebih baik dan lebih cocok untuk bapak ibu sekalian,” pungkasnya sembari menutup kegiatan dengan memukul kentongan bersama Ketua RT dan Ketua PKK RT 6 RW 2 Arjosari. (A.Y)