Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang resmi menyambut peserta program POLINEMA International Experiential Learning and Cultural Immersion 2026 di Balai Kota Malang petang tadi, Senin (22/6/2026). Para peserta lintas negara tersebut diajak untuk mengenal potensi wisata, budaya, hingga kuliner khas Kota Malang.

Dalam sambutannya Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pemenuhan agenda tahunan yang diinisiasi oleh Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) sejak tahun 2022 ini.

“Ini acara yang sangat bagus sekali. Selain penguatan akademik, bentuk kegiatannya nanti adalah pengabdian kepada masyarakat. Tentu ini sangat bermanfaat dan kami menyambut baik,” ujar Wawali Ali saat ditemui usai kegiatan di Balai Kota Malang.

Ali menjelaskan, puluhan peserta yang hadir dalam program ini berasal dari berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, dan Cina, serta perwakilan dari beberapa kampus di Jawa Timur dimana kegiatan ini didanai penuh oleh POLINEMA sebagai sponsor utama.

Menurut Ali, agenda immersion camp berdampak positif dalam memperluas ruang belajar serta membangun jejaring (networking) kolaborasi di tingkat global. Pemkot Malang berkomitmen terus menggandeng sivitas akademika untuk mendampingi arah pembangunan kota agar berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

WakilWali Kota Malang, Ali Muthohirin saat memberikan sambutan dan menyambut kedatangan para mahasiswa asing dan pihak POLINEMA di Balaikota Malang (Foto : Fatma AdaDiMalang)
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin saat memberikan sambutan dan menyambut kedatangan para mahasiswa asing dan pihak POLINEMA di Balaikota Malang (Foto : Fatma AdaDiMalang)

Promosi Wisata dan Kuliner Khas
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkot Malang telah menjadwalkan agenda keliling kota menggunakan bus wisata Malang City Tour (Macito) pada hari Rabu besok dimana fasilitas tersebut diberikan untuk memperkenalkan daya tarik Kota Malang sekaligus mendongkrak sektor pariwisata secara instan ke kancah internasional.

“Ini bagian terpenting bagi kami untuk meningkatkan sektor pariwisata sekaligus penguatan promosi Kota Malang di luar negeri. Ini kontribusi besar terhadap pandangan wisatawan global,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ali juga menekankan pentingnya memperkenalkan kearifan lokal kepada para peserta asing. Karakter kuat Kota Malang yang bertumpu pada keramahan warga, nilai sejarah landscape kota, kultur akademik, hingga kesejukan udaranya harus menjadi impresi utama yang dibawa pulang oleh para peserta.

Tidak lupa, Ali juga mewajibkan para peserta internasional untuk mencicipi kuliner legendaris daerah, yakni Bakso Malang.

“Kulinernya khasnya bakso ini yang harus tetap dicicipi oleh semua peserta,” pungkas Ali. (Red)