Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Dalam rangka memperingati Hari Yoga Internasional tahun 2026, SaigonSan Hotel Tugu Malang menggelar serangkaian kegiatan kebugaran holistik mulai pagi hingga sore hari nanti dengan tajuk ‘The Art of Wellness’.

​Kegiatan yang berpusat di area asri SaigonSan Garden tersebut melaksanakan berbagai program kesehatan sebagai satu rangkaian utuh, seperti kelas Qigong, Outdoor Yoga, Creative Bazar, Sound Healing, serta berbagai aktivitas menarik lainnya.

​Agenda The Art of Wellness dibuka dengan pelaksanaan kelas Qigong yang dipimpin langsung oleh Muliady, selaku instruktur dari komunitas Qigong With Mul. Latihan pembuka ini diikuti oleh lebih dari 25 orang peserta yang didominasi oleh masyarakat dari luar kota seperti Semarang, Surabaya, serta wilayah Malang Raya dan sekitarnya.

​Pelaksanaan kelas bersama di SaigonSan Hotel Tugu Malang ini mendapat apresiasi positif dari Muliady. Pria yang berdomisili di Kota Malang ini mengaku gembira melihat antusiasme tinggi dari para peserta.

​”Semoga dengan diadakannya hari ini kelas Qigong di Hotel Tugu Malang ini dapat menjadi wadah bertemunya para praktisi Qigong. Juga bisa untuk mengembangkan Qigong sebagai salah satu disiplin ilmu dan mengembangkan kesehatan secara holistik,” ungkap Muliady.

​Ke depan, Muliady berharap kegiatan Qigong with Mul akan semakin rutin dilaksanakan di berbagai tempat, sehingga semakin banyak masyarakat yang menerima manfaat kebaikan dari berlatih olah tubuh dan napas ini secara bersama-sama.

​Dijelaskan oleh Muliady, Qigong merupakan salah satu cabang utama dari Traditional Chinese Medicine (TCM). Oleh karena itu, saat berlatih gerakan-gerakan Qigong, fokus latihan tidak dapat dilepaskan dari stimulasi titik-titik akupuntur tubuh.

​”Dengan sering berlatih Qigong ini maka dapat membuat tubuh memiliki aliran energi vital (Qi) yang lancar sesuai dengan prinsip Chinese Medicine, sehingga tubuh dijauhkan atau bahkan terbebas dari segala penyakit,” ungkapnya.

​Berkaitan dengan seni pernapasan, metode Qigong with Mul ini disebut sangat fleksibel untuk diterapkan di tengah kesibukan masyarakat modern, karena dapat menyesuaikan dengan kelonggaran waktu yang dimiliki oleh masing-masing individu.

​”Jadi seandainya teman-teman memiliki waktu yang tidak banyak boleh dilakukan hanya 10 menit, 15 menit. Terus kemudian kalau memiliki luang waktu lebih boleh lakukan sampai setengah jam, bahkan sampai satu jam. Yang penting sesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing dan tidak memaksakan,” jelas Muliady.

​Meskipun dianjurkan untuk mulai sering dilatih sejak usia dini, Qigong with Mul ini bersifat inklusif sehingga aman diikuti oleh lintas generasi dalam kondisi kesehatan yang berbeda-beda.

​”Qigong itu idealnya memang dilakukan justru sejak usia dini karena pada saat usia dini itu kita dapat belajar supaya tubuh ini tetap memiliki energi yang berkembang. Dan dapat diikuti usia berapapun selama kita masih bisa melakukan atau bergerak dengan baik. Bahkan kalau sedang kondisi kurang sehat, maka justru latihan Qigong itu sangat diperlukan agar kondisi tubuh kembali sehat,” urai Muliady.

​Meski menetap di Malang, untuk memperluas jangkauan kebermanfaatan ilmu ini, Muliady juga rutin menggelar sesi latihan secara daring (online) yang diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah setiap hari Minggu pukul 08.30 WIB.

​Ditemui usai menyelaraskan gerakan fisik dan napas di SaigonSan Garden, salah satu peserta bernama Ifan menyampaikan bahwa meski dirinya baru pertama kali merasakan pengalaman berlatih Qigong, ia langsung merasakan efek instan yang luar biasa pada kebugaran fisiknya.

​”Badan terasa lebih segar dan bugar ya, karena ternyata bisa benar-benar melatih pernapasan, terus posturnya juga benar-benar terlatih ya, mulai dari peregangan dan lain-lain. Saya jadi mengerti cara mengambil pernapasan yang panjang dan pelatihannya tuh bener-bener terstruktur dan enak banget sih buat diikuti,” pungkas pria yang sehari-hari profesi sebagai Master of Ceremony (MC) di Malang ini. (A.Y)