Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Ruang virtual seminar Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) dipadati ratusan mahasiswa dari berbagai penjuru pulau di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua. Fenomena ini terjadi saat berlangsungnya kuliah tamu bertajuk ‘Coal Mining Operational Strategy’ yang digelar secara hibrida pagi hari tadi, Jumat (19/06/2026).
Animo yang sangat tinggi tersebut tidak lepas dari kehadiran figur narasumber yang luar biasa, yakni Koko Prayitno selaku General Manager Operasional PT Putra Perkasa Abadi (PPA), sebuah perusahaan kontraktor pertambangan terbesar kedua di Indonesia.
Tercatat ada sekitar 230 mahasiswa internal POLINEMA yang hadir secara langsung, dan delegasi dari belasan perguruan tinggi nasional yang menyimak langsung pemaparan strategi industri batubara ini secara daring. Kampus-kampus yang turut bergabung di antaranya Politeknik Negeri Ketapang, Universitas Sumatera Utara, Institut Teknologi Sains Bandung, Universitas Negeri Medan, Universitas Jambi, Universitas Cendrawasih, Universitas Gorontalo, Universitas Islam Malang (UNISMA), Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Universitas AMIKOM Yogyakarta, serta Universitas Negeri Padang.
Dalam presentasinya, Koko Prayitno membedah peta tantangan serta kisah transformatif PT Putra Perkasa Abadi yang awalnya berada di peringkat 400 besar hingga sukses melejit ke posisi kedua nasional. Salah satu pembeda utama korporasi ini terletak pada internalisasi nilai keagamaan dan sistem kepemilikan modal bagi pekerja.
“Ada value yang setahu saya hanya ada di PT Putra Perkasa Abadi yakni bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan ikatan atau hubungan yang baik dengan Tuhan Yang Maha Esa itu juga berdampak pada hubungan dengan sesama teman kerja dan lain sebagainya. Yang kedua, di PT Putra Persada Abadi itu juga memberikan porsi kepemilikan saham kepada karyawannya. Ada satu anak perusahaan PT PPA yang 30 persen sahamnya dimiliki oleh karyawannya, dan 70 persen untuk PT PPA sehingga mereka memiliki loyalitas yang tinggi,” urai Koko.
Di hadapan para calon sarjana terapan, Koko juga menegaskan bahwa industri ekstraktif ini masih sangat prospektif secara ekonomi dan menawarkan imbalan (reward) finansial yang signifikan bagi lulusan yang kompeten. Namun, ia meminta mahasiswa tidak sekadar terpaku pada kemampuan akademis, melainkan wajib menguasai aspek teknologi terkini seperti sistem pengelolaan cuaca dan operasional unit alat berat, serta kesiapan mental yang tangguh di lapangan kerja nyata.
Arah pengembangan kompetensi global tersebut dinilai sangat selaras dengan visi institusi pendidikan tinggi vokasi. Ketua Jurusan Teknik Sipil POLINEMA, M. Zenurianto, Dipl.Ing.HTL., M.Sc., dalam sambutan pembukaannya mengungkapkan bahwa materi kali ini sangat krusial karena sektor pertambangan kini berada di tengah pusaran transisi energi.
“Temanya juga cukup menarik tentang coal mining operational strategy yang saat ini menghadapi tantangan yang luar biasa, karena tidak hanya membahas tentang aspek teknologi semata, melainkan juga masalah lingkungan, keberlanjutan (sustainability), termasuk penggunaan teknologi yang ramah lingkungan hingga transisi energi terbarukan,” papar Zenurianto.
Zenurianto menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas kesediaan manajemen PT PPA untuk membagikan ilmu praktis berskala nasional ini ke lingkungan kampus, yang diharapkan bisa menjadi panduan karir masa depan bagi para mahasiswa.
Hubungan baik dan komitmen link and match antara POLINEMA dan PT PPA sendiri sejauh ini telah berjalan erat yang dibuktikan melalui sesi penyampaian testimoni positif dari perwakilan mahasiswa POLINEMA yang baru saja menyelesaikan program magang industri di site perusahaan kontraktor tambang raksasa tersebut. (A.Y)
