Kota Malang | ADADIMALANG.COM — International Office Universitas Brawijaya (UB) kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong internasionalisasi kampus melalui penyelenggaraan Brawijaya Academic and Cultural Engagement (BRACE) 2026, sebuah program inbound mobility yang mempertemukan mahasiswa internasional dengan masyarakat lokal melalui pengalaman akademik, budaya, dan pengabdian kepada masyarakat. Program ini menjadi bagian dari implementasi Program EQUITY THE Impact Ranking 2025 yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebagai upaya meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Berbeda dari rencana awal yang mempersiapkan dua gelombang kegiatan, tingginya antusiasme peserta membuat International Office UB memutuskan untuk menggabungkan seluruh peserta menjadi satu pelaksanaan program. Sebanyak 30 mahasiswa internasional dari berbagai perguruan tinggi mitra di Tiongkok mengikuti rangkaian kegiatan secara bersama-sama, sehingga interaksi lintas budaya dan kolaborasi antarpeserta menjadi semakin kaya dan dinamis.
Program yang diketuai oleh Aulia Luqman Aziz, S.S., S.Pd., M.Pd. ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan pertukaran budaya, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan, pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta diajak mengenal Indonesia melalui berbagai aktivitas akademik dan pengalaman langsung di masyarakat, mulai dari pengenalan budaya Indonesia, lokakarya membatik, hingga kegiatan observasi lapangan di Desa Ngajum, Kabupaten Malang.
Di desa tersebut, para mahasiswa internasional mempelajari kehidupan sosial masyarakat, industri kreatif lokal, pengembangan desa wisata, hingga praktik pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Mereka juga mengunjungi sentra produksi makanan tradisional, kerajinan budaya, kawasan wisata berbasis masyarakat, serta mengikuti lokakarya seni tradisional seperti gamelan dan tari daerah. Seluruh aktivitas tersebut dirancang agar peserta memperoleh pemahaman langsung mengenai hubungan antara budaya, lingkungan, ekonomi lokal, dan pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), setiap kelompok peserta menyusun rekomendasi dan gagasan social design yang dapat diterapkan untuk mendukung pengembangan desa. Berbagai ide yang dihasilkan meliputi promosi budaya lokal, pengembangan ekonomi kreatif, peningkatan pengalaman wisata, hingga penguatan pemberdayaan masyarakat. Hasil tersebut kemudian dipresentasikan pada sesi penutupan sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa internasional terhadap masyarakat yang mereka pelajari.

Ketua pelaksana kegiatan, Aulia Luqman Aziz, menjelaskan bahwa BRACE merupakan salah satu bentuk implementasi strategi internasionalisasi UB yang tidak hanya berorientasi pada mobilitas mahasiswa, tetapi juga pada penciptaan dampak nyata bagi masyarakat sesuai indikator THE Impact Rankings.
“Internasionalisasi tidak cukup hanya menghadirkan mahasiswa asing ke kampus. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka dapat belajar bersama masyarakat, memahami tantangan pembangunan lokal, serta menghasilkan ide-ide yang memberi manfaat. Melalui BRACE, kami ingin menunjukkan bahwa kolaborasi internasional dapat menjadi instrumen untuk memperkuat pencapaian Sustainable Development Goals sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman belajar mahasiswa internasional di Universitas Brawijaya.”
Menurutnya, penggabungan dua program menjadi satu pelaksanaan justru memberikan nilai tambah karena peserta memperoleh kesempatan berinteraksi dengan lebih banyak mahasiswa dari berbagai universitas mitra sehingga tercipta jejaring internasional yang lebih luas.
Selain kegiatan lapangan, peserta juga mengikuti guest lecture, pengenalan program unggulan Universitas Brawijaya, serta sesi jejaring akademik yang membuka peluang kolaborasi pendidikan dan penelitian di masa mendatang. Rangkaian kegiatan tersebut semakin memperkuat posisi Universitas Brawijaya sebagai salah satu destinasi utama bagi mahasiswa internasional yang ingin memperoleh pengalaman belajar berbasis masyarakat (community-engaged learning).
Melalui penyelenggaraan BRACE, International Office Universitas Brawijaya berharap dapat terus memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat kontribusi universitas terhadap berbagai indikator THE Impact Rankings, khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, kemitraan global, pengembangan masyarakat, serta pelestarian budaya. Program ini menjadi bukti bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan mobilitas akademik, tetapi juga mampu menghadirkan dampak positif bagi masyarakat dan memperkuat peran Universitas Brawijaya sebagai kampus bereputasi global yang berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. (Red)
