Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Dalam rangka membangun jejaring pendidikan global melalui penyelenggaraan Brawijaya Academic and Cultural Engagement (BRACE) Batch 3, International Office Universitas Brawijaya (UB) menjalankan program inbound mobility yang menghadirkan mahasiswa internasional untuk mempelajari praktik pembangunan berkelanjutan di Indonesia secara langsung.
Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi Program EQUITY THE Impact Rankings 2025 yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) ini berlangsung pada 27 April hingga 1 Mei 2026 dengan menghadirkan 15 mahasiswa dan satu dosen pendamping dari Tsinghua University, Republik Rakyat Tiongkok. Program dipimpin oleh Aulia Luqman Aziz, S.S., S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Pelaksana.
Berbeda dengan program pertukaran mahasiswa yang berfokus pada perkuliahan di kelas, BRACE dirancang sebagai kegiatan experiential learning yang mengajak peserta belajar langsung dari berbagai praktik pembangunan di lapangan. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa internasional tidak hanya memperoleh wawasan akademik, tetapi juga memahami bagaimana Indonesia mengimplementasikan konsep pembangunan berkelanjutan melalui pengelolaan sumber daya alam, lingkungan, dan pariwisata.
Program diawali dengan sesi orientasi dan pengenalan Universitas Brawijaya sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia yang aktif mengembangkan kolaborasi internasional. Selanjutnya peserta mengikuti serangkaian kunjungan lapangan ke berbagai lokasi strategis yang menjadi contoh implementasi Sustainable Development Goals (SDGs).
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Bendungan Karangkates di Kabupaten Malang dimana di lokasi ini peserta mempelajari tata kelola sumber daya air, fungsi bendungan dalam mendukung ketahanan energi, penyediaan air irigasi, hingga peran infrastruktur air bagi pembangunan ekonomi dan pertanian di Indonesia. Melalui diskusi bersama pengelola, peserta memperoleh gambaran mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Pembelajaran kemudian dilanjutkan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, yang menjadi contoh praktik pengelolaan sampah perkotaan. Peserta mempelajari berbagai inovasi yang diterapkan pemerintah daerah dalam mengurangi timbulan sampah, meningkatkan proses daur ulang, serta mengembangkan sistem pengelolaan lingkungan yang lebih ramah dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut memberikan perspektif baru mengenai tantangan sekaligus peluang pengelolaan lingkungan di negara berkembang.
Sebagai penutup, delegasi mengikuti kunjungan edukatif ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Selain menikmati keindahan lanskap alam Indonesia, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai konsep pariwisata berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek konservasi lingkungan, pelestarian budaya masyarakat lokal, dan pengembangan ekonomi berbasis pariwisata. Pendekatan tersebut menjadi contoh nyata bagaimana sektor pariwisata dapat berkembang tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan.
Ketua Pelaksana BRACE Batch 3, Aulia Luqman Aziz, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi internasionalisasi Universitas Brawijaya yang berorientasi pada penciptaan dampak nyata bagi masyarakat serta peningkatan reputasi internasional universitas.
“Kami ingin mahasiswa internasional tidak hanya mengenal Indonesia dari ruang kelas, tetapi juga belajar langsung dari praktik-praktik pembangunan yang dijalankan masyarakat dan pemerintah. Pengalaman seperti inilah yang menjadi kekuatan utama BRACE, karena peserta dapat memahami isu keberlanjutan secara nyata sekaligus membangun jejaring akademik lintas negara.”
Menurutnya, kegiatan seperti BRACE juga menjadi sarana memperkenalkan praktik-praktik baik (best practices) Indonesia kepada dunia internasional sekaligus memperkuat kolaborasi Universitas Brawijaya dengan perguruan tinggi mitra global.
Melalui BRACE Batch 3, Universitas Brawijaya tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan dengan Tsinghua University, tetapi juga memperkuat implementasi pendidikan berbasis pengalaman (experiential learning) yang mendukung pencapaian berbagai indikator Sustainable Development Goals (SDGs) dan Times Higher Education (THE) Impact Rankings. Program ini menjadi salah satu bukti komitmen Universitas Brawijaya dalam menghadirkan internasionalisasi yang berdampak nyata, baik bagi mahasiswa internasional maupun bagi masyarakat Indonesia sebagai mitra pembelajaran. (Red)
