Kab. Malang | ADADIMALANG.COM – Selain sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian, Dosen Universitas Negeri Malang (UM) kembali menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) tentang pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi (Decent Work and Economic Growth) dan Komsumsi serta Produksi yang bertanggungjawab (Responsible Consumption and Production).
Mengambil lokasi pelaksanaan di Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang, kabupaten Malang, Tim Pengabdian kepada Masyarakat UM melaksanakan kegiatan dengan tajuk “Penerapan Prinsip Green Economy melalui Ecoprint Berbasis Limbah Daun Lokal untuk Penguatan UMKM Kreatif dan Peningkatan Kualitas SDM di Desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang.”
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat kali ini melibatkan anggota PKK dan kelompok wanita Desa Sumberagung sebagai peserta dimana Tim Pengabdian yang dipimpin oleh Dhika Maha Putri, S.Pd., M.Acc., ini didukung oleh dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Malang sebagai upaya mendorong pemanfaatan limbah daun lokal menjadi produk bernilai ekonomi melalui teknik ecoprint hari Sabtu lalu (19/07/2026).
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan yang berlangsung khidmat, dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Kepala Desa Sumberagung, Herwanto yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program pengabdian ini karena dinilai mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Keterampilan yang diperoleh peserta melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi produk unggulan desa.
“Desa Sumberagung memiliki potensi sumber daya alam yang sangat melimpah. Melalui pelatihan ini, kami optimistis masyarakat dapat mengolah limbah daun lokal menjadi produk yang bernilai jual, memiliki daya saing, dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga,” ungkap Herwanto.

Sementara itu dalam sambutan pembuka kegiatan, Dhika Maha Putri menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi akademisi dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat berbasis green economy. Menurutnya, ecoprint tidak hanya menghasilkan produk yang unik dan ramah lingkungan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari UMKM kreatif Desa Sumberagung.
“Ecoprint memiliki nilai lebih karena memadukan kreativitas, kearifan lokal, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kami berharap pelatihan ini dapat menjadi inspirasi bagi ibu-ibu untuk menghadirkan produk-produk kreatif yang mampu memperkuat UMKM di Desa Sumberagung,” tutur Dhika.
Memasuki sesi penyampaian materi oleh Anggreana Nila Agustina yang merupakan pemilik Aelenn Batik & Eco Craft, dipaparkan secara komprehensif mengenai konsep ecoprint, pemanfaatan limbah daun lokal, teknik mordanting, pemilihan dan penataan daun, teknik pounding dan steaming, hingga proses finishing. Pemaparan materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat memahami setiap tahapan sebelum memasuki sesi praktik.

Setelah sesi pemaparan, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan ecoprint, dimana setiap peserta membawa dua lembar kain yang digunakan sebagai media produksi. Didampingi oleh narasumber dan tim pelaksana dari UM, para peserta mempraktikkan seluruh tahapan pembuatan ecoprint mulai dari penataan daun hingga menghasilkan motif alami yang khas. Beragam jenis daun lokal, seperti daun jati, mangga, jambu, dan durian, dimanfaatkan untuk menghasilkan corak yang unik dan memiliki nilai estetika tinggi.
Suasana pelatihan berlangsung sangat interaktif dan peserta mengikutinya dengan antusias. Selama proses produksi, peserta aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait teknik pewarnaan, ketahanan motif, hingga peluang pemasaran produk ecoprint. Interaksi yang terjalin antara peserta dan narasumber menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mengembangkan keterampilan ini menjadi usaha yang berkelanjutan.
Sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan semangat peserta, panitia turut menyelenggarakan sesi pembagian doorprize kepada lima peserta dengan hasil ecoprint terbaik berdasarkan kreativitas penataan daun, kerapian pengerjaan, serta kualitas hasil akhir kain ecoprint. Momen ini menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan dan semakin menambah semarak pelaksanaan kegiatan. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dari sivitas akademika UM tersebut, masyarakat Desa Sumberagung diharapkan mampu mengembangkan keterampilan ecoprint secara mandiri dan berkelanjutan.
“Selain dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), program ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya UMKM kreatif berbasis produk ramah lingkungan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung implementasi prinsip green economy di Desa Sumberagung ini,” pungkas Dhika Maha Putri, S.Pd., M.Acc. (Red)

