ADADIMALANG.COM | Kampus ABM – Sebagai salah satu kampus atau perguruan tinggi ekonomi, STIE Malangkuceçwara (ABM) Malang dipilih menjadi salah satu Co Host even International Conference KRA XI yang dilaksanakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Jawa Timur.

Wakil Ketua II STIE Malangkuceçwara Dra. Istutik, Ak., MM., CA., CPA., yang juga menjadi salah satu panitia dalam International Conference KRA XI IAI Jatim menyampaikan jika konferensi internasional tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan FDAPT-IAI Jatim.

Dalam kegiatan yang digelar mulai tanggal 17 hingga 18 Juli 2024 di Surabaya tersebut, juga digelar International Community Services yang juga merupakan rangkaian kegiatan international conference tersebut.

Menariknya, dalam kegiatan International Community Services yang dihadiri oleh perwakilan dosen dan juga pelaku UMKM di Jawa Timur ini diisi oleh dua orang mahasiswa asing sebagai pembicara yang berasal dari Universitas Airlangga dan juga STIE Malangkuceçwara.

Mahasiswa asing dari STIE Malangkuceçwara yang menjadi pembicara kegiatan International Community Service tersebut adalah Miyu Uehara yang berasal dari Kanda University International Studies (KUIS) Jepang yang sukses mempresentasikan materi tentang ‘Budaya Kerja UMKM Jepang’.

“Jadi saya mempresentasikan tentang budaya kerja UMKM di Jepang, dimana ada budaya keramahtamahan ala Jepang yang disebut Omotenashi. Jadi pelaku UMKM di Jepang itu berusaha menyenangkan pembelinya dengan cara eye contact, gestur dan juga ketulusan. Misalkan ada uang kembalian, maka uang kembalian akan dihitung bersama,” ungkap Miyu.

Mendapatkan pengalaman berharga tampil dalam ajang internasional di Indonesia tersebut membuat Miyu merasa senang dan bangga karena memperoleh kesempatan tersebut.

“Saya ucapkan terimakasih kepada STIE Malangkuceçwara karena telah menerima saya menempuh pendidikan di sini dan memberikan kesempatan saya untuk dapat tampil dan berbicara dalam even internasional kemarin,” ungkap Miyu yang mengaku senang tampil di ajang International Community Service.

Momen menjadi pembicara tersebut menurut Miyu menjadi ajang pembuktian pada penguasaan bahasa Indonesia yang juga diperdalam di kampus STIE Malangkuceçwara selama ini.

“Kalau menurut saya penampilan Miyu sangat luar biasa karena tidak gugup (nervous) dan penyampaian materinya dalam bahasa Indonesia sudah bagus, kalaupun ada slip tongue atau typo saat penyampaiannya itu sangat sedikit. Dan justu membuat peserta kegiatan refresh karena tertawa mendengarnya,” ungkap Dra Istutik yang menemani Miyu selama di Surabaya.

Istutik menjelaskan jika penampilan Miyu dalam ajang internasional tersebut merupakan yang kedua kalinya bagi mahasiswa asing STIE Malangkuceçwara, karena tahun lalu seorang mahasiswa asing STIE Malangkuceçwara kembali terpilih untuk tampil di ajang yang sama.

“Pihak kampus STIE Malangkuceçwara selalu berusaha memberikan kesempatan kepada mahasiswanya, termasuk mahasiswa asing untuk tampil juga di even eksternal di luar kampus STIE Malangkuceçwara (ABM) Malang. Dan bagi mahasiswa asing, kesempatan itu juga menjadi nilai tambah bagi mereka saat menempuh pendidikan di STIE Malangkuceçwara sekaligus memberikan pengalaman baru bagi mereka,” tukas Istutik. (A.Y)