Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Kemegahan seni dan narasi sejarah menyatu dalam panggung Pentas Seni (Pensi) 75 Tahun Sekolah Kolese Santo Yusup (Kosayu) Malang.

Bertajuk “Odyssey of Light”, gelaran ini sukses memukau lebih dari 5.000 penonton yang memadati Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM) pada Jumat malam tadi (13/02/2026).

Sajian drama kolosal yang melibatkan lebih dari 600 siswa, guru, dan tenaga pendidik ini menceritakan perjalanan panjang Sekolah Kosayu sejak didirikan oleh Pastor Wang. Melalui balutan seni tari, musik, dan akting, penonton diajak menyelami filosofi perjuangan yang bertransformasi layaknya sebuah cahaya.

Menurut Koordinator Pentas Seni 75 tahun Kosayu, Herningtyas Nur Wulansari, dijelaskan bahwa drama ini merupakan bentuk penghayatan sejarah bagi generasi muda. Kehadiran sosok pendiri, Pastor Wang, disimbolisasikan sebagai sebuah lilin yang penuh kesederhanaan namun sarat perjuangan.

“Cahaya lilin ini, berkat perjuangan beliau bersama orang-orang di sekitarnya, menjadi energi yang lebih besar dan bertransformasi menjadi sebuah lentera. Lentera inilah yang menuntun para murid mencapai masa depan yang lebih baik,” ungkap Tyas, yang juga bertindak sebagai Artistic Director and Script Writer Pensi.

Seiring perkembangan sekolah dan tersebarnya alumni ke seluruh penjuru dunia, lentera tersebut kini telah berubah menjadi bintang konstelasi yang menyinari berbagai tempat.

Lebih dari 600 siswa mulai dari jenjang Playgroup hingga SMA tampil dalam Pensi 75 Tahun Kosayu (Foto : Ist)
Lebih dari 600 siswa mulai dari jenjang Playgroup hingga SMA tampil dalam Pensi 75 Tahun Kosayu (Foto : Ist)

“Kami ingin siswa tidak sekadar melihat hiburan, tapi memaknai bahwa Kosayu sampai di titik ini melalui perjuangan panjang. Mereka harus menjadi pribadi yang membanggakan tanpa melupakan akar masa lalu,” tambah Tyas.

Ditemui di sela-sela pelaksanaan kegiatan Pensi, Ketua Panitia HUT 75 Kosayu yakni Maria Margaretha A.S.P. (Rita), memaparkan bahwa Pensi ini merupakan bagian dari rangkaian panjang yang telah dimulai sejak bulan Maret 2025 lalu.

“Sebelumnya, Kosayu telah menggelar jalan sehat di Araya, donor darah, hingga kegiatan spiritual seperti rekoleksi dan ziarah. Setelah Pensi ini, agenda akan dilanjutkan dengan Hari Pelindung Sekolah, Misa Syukur 75 tahun Kosayu, Misa Syukur Imamat 50 tahun Romo Hilarius, dan ditutup dengan puncak acara Temu Kangen Alumni lintas angkatan,” jelas Rita.

Animo yang sangat tinggi diakui mampu terlihat dari jumlah penonton yang memadati Graha Cakrawala UM, dimana dari 5.000 tiket yang dijual, terdapat sejumlah tiket yang terjual dengan harga dua kali lipat karena digunakan untuk kuota dua orang.

Penampilan Semafor dari PRamuka Kosayu juga tak kalah menarik ditampilkan dalam Pentas Seni malam tadi (Foto : Ist)
Penampilan Semafor dari PRamuka Kosayu juga tak kalah menarik ditampilkan dalam Pentas Seni malam tadi (Foto : Ist)

Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Kolese Santo Yusup, R.P. Agustinus Lie, CDD., menegaskan bahwa tema “The Odyssey of Light” atau pengembaraan cahaya mencerminkan peran Kosayu di tengah masyarakat. Lahir di tengah konflik sosial-politik 75 tahun silam, Kosayu hadir sebagai pelita yang kini apinya kian berkobar.

“Siswa kami berasal dari berbagai daerah dan latar belakang berbeda, mereka adalah pembawa cahaya bagi sesama dimanapun mereka berada,” pungkas R.P. Agustinus Lie. (A.Y)

Video :