Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Sukses menggelar ajang fashion di tahun lalu, mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Desain Mode dari Universitas Negeri Malang (UM) kembali menggelar ajang serupa selama dua hari mulai hari ini, Sabtu (09/05/2026).

Ajang bergengsi fashion dengan tajuk Asian Student Fashion Week (ASFW) digelar di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM) dengan menghadirkan ratusan karya busana hasil kreativitas mahasiswa desain mode dari berbagai penjuru Indonesia dan mancanegara. Ajang internasional ini menjadi panggung pembuktian bagi para calon desainer muda sebelum terjun ke dunia industri, sekaligus memperluas jejaring profesional di kancah internasional.

Ditemui di sela-sela kegiatan, Dosen Prodi Sarjana Terapan Desain Mode Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang (UM), Agus Sunandar menjelaskan bahwa gelaran tahun ini memiliki cakupan yang jauh lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya.

“Selain diikuti oleh perguruan tinggi swasta dan negeri di bawah naungan Indonesian Mode Design Association (IMODEA) sebagai Perkumpulan Program Studi Desain Mode Indonesia, peserta dari tiga negara lain seperti Malaysia, Turki dan Jepang hadir langsung dalam acara ini.

“Kegiatan ini merupakan presentasi dari tugas akhir mahasiswa sarjana terapan desain mode. 250 desain baju hasil karya mahasiswa UM akan ditampilkan pada hari kedua ASFW, dimana setiap mahasiswa diminta membuat lima baju dalam mini collection mereka,” ungkap Agus Sunandar.

Puncak acara akan menampilkan Grand Show pada hari kedua, yang memamerkan sekitar 250 desain baju hasil karya mahasiswa semester delapan UM. Berbeda dengan kampus lain yang biasanya hanya mewajibkan satu atau dua karya, mahasiswa UM ditantang menampilkan ‘mini collection’ sebanyak lima baju per orang.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Asia Student Fashion Week 2026 yakni Kinanti Nasywa Atika menjelaskan dalam dua hari pelaksanaan akan diikuti ratusan model mulai anak-anak, siswa SMK hingga  kelompok ibu-ibu re-upskilling, PTN dan PTS serta umum.

“Untuk kategori kidswear ada 100 model anak dengan usia peserta paling muda menginjak 3,5 tahun. Total ada sekitar 150 model yang terlibat selama dua hari pelaksanaan. 50 model profesional dan 100 model anak-anak,” jelas Kinanti. (A.Y)