Kab. Malang | ADADIMALANG.COM — Fokus pengabdian masyarakat biasanya tidak jauh dari pengembangan usaha atau ekonomi. Namun, langkah berbeda diambil oleh sivitas akademika STIE Malangkuçeçwara dimana kali ini para dosen kampus ilmu ekonomi di kota Malang ini hadir di tengah masyarakat untuk memperkuat pondasi terdalam, yaitu ketahanan mental dan spiritual keluarga.
Melalui tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), sivitas akademika STIE Malangkuçeçwara memberikan pembinaan khusus kepada para pengurus PKK di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang di Balai Desa Toyomarto pagi hari tadi,Senin (22/06/2026).
Mengusung tema ‘Menumbuhkan Kualitas Mentalitas Spiritual Dalam Kehidupan Keluarga Sejahtera’, kegiatan pengabdian ini menjadi penyegaran setelah sebelumnya kampus lebih banyak mendampingi dalam hal pengembangan ekonoi ataupun pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Tim PKM STIE Malangkuçeçwara mengundang Drs. H. Taufik Djafri, MM. sebagai pemateri utama. Beliau dikenal sebagai mentor, motivator, sekaligus penulis buku religi dimana dalam paparannya Taufik menekankan pentingnya mengubah sudut pandang mengenai mentalitas dan spiritualitas dalam keseharian rumah tangga. Salah satu poin krusial yang ia soroti adalah kejujuran.
“Kita harus berusaha untuk jujur atau tidak berbohong, termasuk berbohong dalam hati karena saat ini hal tersebut semakin marak terjadi,” ujar Taufik saat menyampaikan paparan materinya.

Tantangan pengasuhan di era modern memang semakin kompleks. Arus informasi yang tidak terbendung melalui perangkat digital menjadi alasan utama pemilihan tema ini. Salah satu anggota tim PKM yakni Ir. Dwi Nita Aryani, MM. Ph.D., menjelaskan bahwa seorang ibu memegang kendali luar biasa dalam menyaring pengaruh luar tersebut.
“Jadi sengaja kita memilih tema tersebut karena saat ini dunia sudah berubah dengan teknologi informasi yang semuanya bisa masuk melalui gadget (handphone). Sehingga dengan kondisi seperti itu maka ibu harus menjadi satu pilar yang kokoh gitu ya Kalau kita lihat seperti jempol yang mereka bisa mengurusi segala macam di bawahnya. Ya menjadi istri, menjadi pengurus keluarga, juga sebagai pendidik gitu ya,” ungkap Dwi Nita.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Urusan Internasional STIE Malangkuçeçwara tersebut menambahkan bahwa kesehatan seorang ibu akan menentukan arah seluruh anggota keluarga. Kekuatan mental spiritual adalah modal utama untuk menciptakan ketenangan lahir batin.
“Jadi kalau ibu sakit tentu akan berpengaruh kepada keluarganya atau yang keluarga di lingkungannya sehingga disini kita menginginkan para ibu PKK di desa Toyomarto Singosari ini dapat memiliki kekuatan mental agar keluarganya juga bisa sehat, secara mental dan spiritual menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah dan Warohmah,” tambah Dwi Nita.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tugas pengasuhan dan pengelolaan rumah tangga menuntut kondisi fisik dan psikis yang prima.
“Kenapa seorang ibu itu harus sehat? karena dia harus bisa mendidik, mengayomi juga, memberikan teladan kepada buah hatinya juga. Jika ibunya sakit maka rumah menjadi tidak bersih, menjadi tidak sehat, mental pun juga akan terganggu,” pungkas Dwi Nita.
Kegiatan pengabdian yang dipimpin oleh Dra. Evi Maria, Ak., CA, M.Si., selaku ketua tim, didukung pula oleh Dra. Widanarni Pudjiastuti, Ak., CA. M.Si., Dr. Rina Rahmawati, SE. MM., serta melibatkan partisipasi aktif mahasiswa STIE Malangkuçeçwara.
Kehadiran program Pengabdian Kepada Masyarakat ini disambut penuh antusias oleh Ketua Tim Penggerak PKK Desa Toyomarto, Hj. Anik Azizah. Lebih dari 25 pengurus hadir langsung untuk menyerap ilmu penataan mental ini. Menurut Anik, materi ini sangat relevan dengan situasi zaman sekarang yang penuh tekanan dan tantangan.
“Terutama karena melihat kondisi hari ini dunia sedang tidak baik baik saja, sehingga perlu mempersiapkan mental spiritualnya para ibu supaya lebih kuat,” kata Anik.

Ia juga mengakui besar dan beratnya tanggung jawab seorang perempuan dalam menjaga keharmonisan rumah tangga, baik sebagai pendamping suami maupun pendidik anak.
“Harus diakui bahwa peran ibu dalam keluarga itu sangat besar ya. Baik untuk buah hati mereka ataupun suaminya. Kami berharap semoga kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari STIE Malangkuçeçwara ini dapat terus berkelanjutan sehingga manfaat baik yang diperoleh warga desa kami akan semakin banyak,” tutup Anik. (A.Y)
