Pertamina Tambah Pasokan BBM 20 Persen, Stok di Kota Malang Pastikan Aman
- account_circle Fitri Fatma
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 62
- print Cetak

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama TPID meninjau ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Ciliwung.(Foto : Fatma AdaDiMalang)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang meninjau ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Ciliwung, Kota Malang, Selasa (8/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan stok BBM tetap aman di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat dan antrean pembelian Pertalite.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menerima penjelasan dari Pertamina mengenai kondisi pasokan BBM di Kota Malang. Hasilnya, stok seluruh jenis BBM dipastikan tersedia sehingga masyarakat diminta tidak khawatir terhadap isu kelangkaan bahan bakar.
“Kami sudah keliling. Pertama tadi kita ke Pertamina, kita lihat di SPBU Ciliwung dan di sana memang dengan kondisi saat ini untuk Pertalite lebih banyak dipilih daripada mereka mencari Pertamax,” kata Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Menurut Wahyu, kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat sebagian masyarakat beralih menggunakan Pertalite yang disubsidi. Perubahan pola konsumsi tersebut menyebabkan antrean di sejumlah SPBU menjadi lebih panjang dibandingkan biasanya.
“Karena memang harga, saat ini Pertamax sudah naik dan akhirnya mereka mencari yang subsidinya. Akhirnya terjadi ada antrean agak panjang terkait mereka untuk mendapatkan Pertalite,” ujarnya.

Meski demikian, Wahyu menegaskan masyarakat tidak perlu panik karena Pertamina telah menjamin ketersediaan stok BBM di wilayah Kota Malang. Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap isu yang menyebutkan adanya kelangkaan BBM.
“Pertamina tadi memastikan bahwa terkait dengan stok itu semua ada. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dengan kehabisan atau ada isu terkait dengan ketersediaan BBM. BBM semua aman, lancar, stok juga ada,” tegasnya.
Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Malang Imam Rizki menjelaskan peningkatan konsumsi BBM terjadi sepanjang Agustus seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk dimulainya tahun ajaran baru di perguruan tinggi yang mendorong penggunaan kendaraan roda dua.
“Di bulan Agustus ini memang masyarakat banyak kegiatan. Momen anak-anak kuliah masuk juga membuat kebutuhan BBM kendaraan roda dua meningkat. Ditambah adanya penyesuaian harga produk nonsubsidi sehingga masyarakat bergeser dari Pertamax ke Pertalite,” jelas Imam.
Ia mengungkapkan konsumsi Pertalite di wilayah Malang Raya meningkat sekitar 6 hingga 10 persen. Sementara konsumsi Solar mengalami kenaikan yang lebih tinggi, yakni berkisar 10 hingga 15 persen dibandingkan kondisi normal.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut, Pertamina menambah pasokan BBM dari Terminal BBM Malang. Penyaluran Pertalite yang biasanya sekitar 700 kiloliter (KL) per hari ditingkatkan menjadi sekitar 888 KL atau naik sekitar 20 persen.
“Kalau dikalkulasi, penambahan suplai kurang lebih sekitar 20 persen dari kondisi normal. Harapannya stok di seluruh SPBU dapat terpenuhi secara optimal,” ujar Imam.
Selain Pertalite, pasokan Solar juga ditambah dari sekitar 280–300 KL menjadi sekitar 360 KL per hari atau meningkat sekitar 20 persen. Langkah itu dilakukan agar distribusi BBM tetap lancar di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Imam menambahkan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi dipengaruhi oleh harga minyak mentah dunia yang saat ini berada di kisaran 92 dolar Amerika Serikat per barel. Menurutnya, kenaikan harga minyak mentah berdampak langsung terhadap harga jual BBM nonsubsidi, sedangkan BBM subsidi tetap mendapat kompensasi dari pemerintah sehingga harganya dapat ditahan. (Ftm/A.Y)
- Penulis: Fitri Fatma



