~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Beras Premium Langka, TPID Kota Malang  Siapkan Strategi Jaga Ketersediaan Pasokan

Beras Premium Langka, TPID Kota Malang  Siapkan Strategi Jaga Ketersediaan Pasokan

  • account_circle Fitri Fatma
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 54
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke distributor dan sejumlah pasar tradisional, Selasa (8/9/2026), untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok. Hasil sidak menunjukkan stok beras premium masih langka, sementara komoditas lain seperti gula dan minyak goreng relatif aman.

Sidak dipimpin langsung Wali Kota Malang Wahyu Hidayat setelah menggelar rapat tingkat tinggi (high level meeting) bersama TPID di Balai Kota Malang. Peninjauan dilakukan ke distributor, Pasar Blimbing, dan Pasar Klojen guna memantau kondisi riil di lapangan.

“Hari ini saya dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah diawali dengan high level meeting di Balai Kota untuk melihat situasi terkait pengendalian inflasi. Salah satunya kita cek ke lapangan untuk melihat ketersediaan, keterjangkauan harga, dan stok,” kata Wahyu.

Di tingkat distributor, TPID menemukan stok beras premium kosong dalam satu hingga dua pekan terakhir. Kondisi tersebut membuat distributor hanya dapat mencatat pesanan dari pelanggan tanpa kepastian waktu pengiriman.

“Di distributor memang tidak ada beras premium, kosong. Sudah sekitar satu sampai dua minggu tidak tersedia. Akhirnya mereka hanya menjanjikan kepada masyarakat yang biasanya menjadi pelanggan mereka. Kalau komoditas lain seperti gula dan minyak goreng masih aman,” ujarnya.

Kondisi serupa juga ditemukan di Pasar Blimbing. Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih tersedia, namun beras premium sulit diperoleh. Sejumlah pedagang bahkan mencari pasokan hingga ke luar daerah untuk memenuhi permintaan konsumen.

“SPHP tersedia, tetapi premium memang agak sulit didapatkan. Ada pedagang yang mencari ke kota lain, namun harganya cukup tinggi. Padahal kita dibatasi Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga ini menjadi keluhan distributor, pedagang, maupun pembeli,” jelas Wahyu.

Di Pasar Klojen, TPID masih menemukan beras premium dijual di sejumlah kios. Namun, jumlahnya terbatas dan harganya telah mengalami kenaikan dibandingkan kondisi normal.

Menurut Wahyu, berdasarkan penjelasan Dinas Ketahanan Pangan, kelangkaan beras premium dipengaruhi musim tanam yang menyebabkan pasokan gabah belum tersedia serta musim kemarau yang berlangsung cukup panjang sehingga berdampak pada distribusi beras.

“Kami akan rapat kembali dengan TPID untuk menyusun skenario. Kemungkinan situasi ini akan kami laporkan kepada pemerintah pusat agar ada kebijakan terkait ketersediaan beras, khususnya beras premium,” katanya.

Wahyu menambahkan, Pemerintah Kota Malang akan terus mengoptimalkan penyaluran beras SPHP melalui program pasar murah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara itu, TPID masih menyiapkan langkah lanjutan guna mengatasi kelangkaan beras premium agar pasokan kembali normal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. (Ftm/A.Y)

  • Penulis: Fitri Fatma
expand_less