Puncak Dies Natalis ke-44 POLINEMA, Dirjen Saintek Ajak Kampus Vokasi Bertransformasi Hadapi Disrupsi Digital dan AI
- account_circle Agus Yuwono
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 61
- print Cetak

Dirjen Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A., saat memberikan keterangan usai orasi ilmiah (Foto : Agus Yuwono)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pendidikan vokasi memegang peranan sangat strategis sebagai titik temu antara dunia akademis, perkembangan teknologi, dan kebutuhan nyata lapangan kerja. Pesan kunci tersebut ditegaskan oleh Dirjen Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A., saat menyampaikan orasi ilmiah dalam puncak peringatan Dies Natalis ke-44 Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) pagi hari tadi, Rabu (09/09/2026).
Di hadapan civitas akademika POLINEMA, Prof. Ahmad Najib mengingatkan pentingnya kemampuan adaptasi institusi pendidikan vokasi dalam merespons derasnya arus disrupsi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence.
”Tantangan kampus ke depan adalah memastikan lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap beradaptasi, menciptakan nilai baru, dan memimpin perubahan. Dan salah satu yang sangat penting yang harus dihadapi baik oleh kampus maupun mahasiswa adalah transformasi digital, disrupsi digital dan juga artificial intelligence untuk dapat memahami persoalan bisnis sosial dan sebagainya,” ujar Prof. Najib.
Ia menambahkan, di usianya yang ke-44 tahun, POLINEMA perlu terus mengasah kejelian dalam membaca arah perkembangan industri masa depan. Hal ini penting sebagai pertimbangan dalam membuka program studi baru yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja mendatang.
”Nantinya itu akan menjadi pertimbangan prodi yang kira-kira perlu untuk dibuka, yang kira-kira akan dapat mengisi pekerjaan-pekerjaan yang akan datang,” jelasnya.
Usai memberikan orasi ilmiah, Prof. Ahmad Najib meninjau gelaran Expo Inovasi Mahasiswa POLINEMA di Graha POLINEMA. Ia berharap lulusan POLINEMA tidak hanya terserap di dunia industri, tetapi juga mampu berdiri sebagai pencipta lapangan kerja baru melalui pendirian perusahaan perintis atau startup.

Dirjen Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A., meninjau inovasi karya mahasiswa POLINEMA yang dipamerkan di ajang Expo (Foto : Agus Yuwono)
Merespons arahan Dirjen Saintek tersebut, Direktur POLINEMA, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT., menyatakan bahwa kampus yang dipimpinnya kini tengah melangkah dalam fase transisi menuju ekosistem pendidikan modern yang relevan.
”Memang kita dituntut untuk melakukan transformasi. Makanya salah satu yang kita juga lakukan adalah transformasi POLINEMA untuk menjadi kampus digital. Transformasi kedua juga kita menyesuaikan dengan konsep kampus yang saat ini dikembangkan Menteri adalah kampus yang berdampak,” kata Supriatna.

Direktur Politeknik Negeri Malang, Ir. Supriatna Adhisuwignjp, ST., MT., saat menyampaikan laporan kinerja pagi tadi (Foto : Agus Yuwono)
Sebagai bukti konkret transformasi digital, POLINEMA sedang menyempurnakan dokumen perencanaan pengembangan teknologi informasi komunikasi periode 2026-2029. Implementasi teknologi ini ditandai dengan peluncuran sistem operasional perkantoran digital (E-Office) dan tata kelola baru situs POLINEMA.
”Dan inshaallah hari Kamis tanggal 10 besok kita akan memberlakukan e-office di POLINEMA, termasuk mentransformasikan website kita yang baru yang merupakan bagian dari transformasi kita. Termasuk kita menyiapkan penerapan prodi yang bisa menerapkan pembelajaran jauh-jauh,” papar Supriatna.
Mengenai komitmen sebagai kampus berdampak, POLINEMA telah menyalurkan 264 karya inovasi hasil ciptaan mahasiswa langsung kepada kelompok-kelompok masyarakat yang membutuhkan.
”Ini pola pembelajaran yang kita terapkan agar mahasiswa bisa membantu untuk belajar menjadi berdampak ke masyarakat, kampusnya secara pribadi juga memberikan manfaat, nah inilah yang kita sedang bangun ekosistem di kampus kita agar kampus kita juga menjadi kampus yang berdampak dan mahasiswa menjadi bagian dari kampus berdampak itu sendiri,” kata Supriatna.
Ditemui di sela-sela kegiatan, Ketua Pelaksana Dies Natalis ke-44 POLINEMA, Dharmawan Iqbal Akbar, SST., M.S.A., menjelaskan bahwa seluruh perayaan telah bergulir sejak Februari 2026 melalui beragam kompetisi, bakti sosial tilik desa di Desa Tulus Besar, hingga kegiatan olahraga seperti mini soccer, gowes hingga jalan sehat keluarga besar POLINEMA.
”Sehingga kita menyisakan tiga kegiatan yaitu di hari ini ada penyampaian laporan kinerja dari Direktur dan juga ada orasi ilmiah dari Bapak Dirjen Saintek. Kemudian agenda besok ada pengukuhan tujuh orang profesor baru POLINEMA dan tasyakuran pada malam harinya sebagai penutup rangkaian dies natalia ke-44 tahun 2026 ini,” terang Dharmawan. (A.Y)
- Penulis: Agus Yuwono



