Mahasiswa POLINEMA Ciptakan Inovasi Teknologi Tepat Guna Ubah Sampah Organik Dapur Menjadi Pupuk Padat dan Cair
- account_circle redaksi
- calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
- print Cetak

Beberapa tim mahasiswa POLINEMA berhasil membuat inovasi alat untuk menjadi solusi kebutuhan masyarakat desa Tulus Besar (Foto : Agus Yuwono)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kab. Malang | ADADIMALANG.COM — Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) untuk pertamakalinya melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di wilayah Desa Tulusbesar yang merupakan Desa Mitra dari kampus POLINEMA.
Sebelum sebelum melakukan kegiatan KKn-T, sejumlahnmahasiswa POLINEMA yang tergabung dalam beberapa kelompok KKN-T telah melakukan riset dan juga dialog bersama dengan masyarakat desa tersebut. Hasil dari riset dan juga dialog bersama warga kemudian menghasilkan beberapa kesimpulan terkait dengan kebutuhan dan permasalahan yang ada di desa Tulusbesar, kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
Beberapa persoalan yang ditemukan berusaha diselesaikan dengan cara membuat inovasi berupa alat ataupun memberikan solusi pemecah dari persoalan yang ada masyarakat.
Salah satu inovasi yang berhasil dibuat oleh mahasiswa dari kelompok 2 KKN-T POLINEMA adalah mesin pencacah sampah organik yang berasal dari dapur rumah tangga warga desa.
“Untuk alatnya kita membuat mesin pencacah sampah organik limbah rumah tangga. Kemudian dari hasil cacahan tersebut kita masukkan ke dalam komposter untuk memproses limbah organik tadi menjadi pupuk padat dan popok air,” jelas Ketua Kelompok 2 KKN-T POLINEMA, Daffa As’ad Agastya.

Dari hasil pencacahan dapat diproses untuk menjadi pupuk padat ataupun pupuk cair yang berasal dari limbah sayuran, buah-buahan, kulit telur hingga sisa nasi.
“Jadi hasil akhir atau output dari mesin pencacah sampah organik ini kita kembalikan kepada masyarakat, Apakah menginginkan menjadi pupuk padat atau pupuk cair yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing,” ujar Daffa.
Selain membuat inovasi berupa alat pencacah sampah organik oleh mahasiswa jurusan Teknik Mesin, Kelompok 2 KKN-T POLINEMA dari jurusan Teknik Sipil membuat pemetaan bank sampah ataupun TPS. Sedangkan dari jurusan Akuntansi itu ada pemberdayaan terkait pembukuan dan pengelolaan keuangan Bumdes.
“Harapannya dengan berbagai kegiatan, program dan juga inovasi dalam bentuk alat ini dapat membantu masyarakat dalam menyelesaikan persoalan ataupun memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkas Daffa. (Red)
- Penulis: redaksi



