Atasi Kemacetan Gadang-Bumiayu, Pemkot Malang Larang Drive-Thru dan Pasang Pagar BRC
- account_circle redaksi
- calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
- print Cetak

Rehabilitasi Jalan Gadang-Bumiayu Kawasan Pasar Gadang (Foto : Redaksi AdaDiMalang)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah melakukan rehabilitasi total di kawasan Jalan Gadang-Bumiayu untuk mengurai kemacetan dan menata kawasan pasar. Dalam proyek ini, Pemkot Malang akan memasang pagar BRC dengan fondasi precast yang cukup tinggi guna mencegah adanya transaksi jual-beli dengan sistem Layanan Tanpa Turun (lantatur/drive-thru) di bahu jalan.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., saat meninjau rencana penataan kawasan tersebut. Menurut Wahyu, pembatasan fisik ini sengaja dilakukan agar tidak ada lagi kendaraan yang berhenti di sepanjang jalan hanya untuk berbelanja yang selama ini kerap menjadi pemicu utama kemacetan.
“Kami berharap tidak ada model seperti dulu yaitu drive-thru lagi. Nanti tidak akan boleh ada kendaraan berhenti untuk membeli. Karena akan kami buat agak tinggi, dan nanti ini kita akan batasi ada tanaman lagi di dalam pot,” ujar Wahyu.

Strategi Penataan dan Alur Belanja Baru
Selain pemasangan pagar BRC, Pemkot Malang juga akan menempatkan pot-pot tanaman di sepanjang area pembatas. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kecenderungan pedagang yang kerap memajukan lapaknya hingga ke pinggir jalan.
Wali Kota Wahyu menjelaskan, sistem pembatasan ini juga akan diterapkan di area sebelah Utara pasar yang terhubung dengan jalan-jalan sirip. Dengan skema baru ini, masyarakat yang ingin berbelanja diwajibkan untuk memarkir kendaraannya di kantong parkir resmi yang telah disediakan, kemudian berjalan kaki masuk ke dalam area pasar.
“Apabila mereka ingin membeli, ya parkir masuk, kemudian datang ke tempat pedagang. Sepanjang jalan ini tidak ada lagi kendaraan yang bisa berhenti dan membeli,” tambahnya.
Rehabilitasi ini tidak hanya berfokus pada penataan pedagang, tetapi juga mencakup perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di sepanjang rute Gadang hingga Bumiayu. Pemkot Malang menargetkan proyek ini dapat menyelesaikan tiga masalah utama yang selama ini dikeluhkan masyarakat, yaitu kemacetan parah, kerusakan jalan, dan bau tidak sedap.
Di akhir keterangannya, Wahyu meminta doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat serta media massa agar proyek penataan ini berjalan lancar. Ia optimistis, interaksi yang lebih tertib antara pedagang dan pembeli akan menciptakan lingkungan pasar yang indah sekaligus mengembalikan fungsi jalan raya secara optimal. (Red)
- Penulis: redaksi



