~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Audit Manajemen Risiko ISO 31000:2018 Di UB, Lima Domain Risiko Menjadi Perhatian Dari 2.000 Risiko yang Terdata 

Audit Manajemen Risiko ISO 31000:2018 Di UB, Lima Domain Risiko Menjadi Perhatian Dari 2.000 Risiko yang Terdata 

  • account_circle Agus Yuwono
  • calendar_month 18 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Di awal tahun 2026 lalu Universitas Brawijaya (UB) telah melakukan transformasi digital manajemen risiko yang dijalankan dengan melaunching aplikasi Sistem Elektronik Manajemen Risiko (SEMAR). Setelah melaunching pelaksanaan manajemen risiko sejak tahun 2024 lalu, UB kini memasuki proses audit penerapan manajemen risiko berbasis ISO 31000:2018. Penerapan audit ini berlangsung cukup lama, mulai hari ini hingga tanggal 7 Oktober 2026 menda\tang.

Hal tersebut disampaikan Ketua Satuan Reformasi Birokrasi Universitas Brawijaya, Dr. Ngesti Dwi Prasetyo, S.H., M.Hum., yang menyampaikan proses audit manajemen risiko tersebut dilaksanakan oleh pihak ketiga dalam rangka penerapan ISO 31000:2018 sebagai wujud komitmen UB terhadap upaya penerapan proses manajemen risiko secara menyeluruh, terintegrasi dan berkelanjutan.

“Ada tiga manfaat dari pelaksanaan audit ISO 31.000 ini, yang pertama adalah pengakuan dan kredibilitas independen. Jadi pengakuan formal ini penting bagi UB secara objektif oleh pihak ketiga yang menunjukkan bahwa manajemen risiko di UB telah memenuhi standar internasional sekaligus memperkuat kredibilitas institusi UB,” ungkap Dr. Ngesti.M

Manfaat kedua dari adanya audit ISO 31.000 itu adalah mendorong perbaikan berkelanjutan. Ngesti berharap temuan dan rekomendasi auditor dapat menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan, regulasi, pedoman, dan aplikasi Semar yang telah dilaunching di awal 2026 lalu.

“Manfaat yang ketiga adalah memperkuat kepercayaan bagi pemangku kepentingan, sehingga nantinya mitra-mitra UB, mahasiswa kita, dosen, dan seluruh stakeholder yang berhubungan dengan institusi Universitas Brawijaya akan menaruh kepercayaan secara kuat bahwa UB telah melaksanakan manajemen risiok,” jelasnya.

Momentum tahun 2026 ini menurut Ngesti harus dimanfaatkan oleh Universitas Brawijaya untuk melakukan perbaikan Budaya Sadar Risiko yang telah diimplementasikan di semua unit kerja di seluruh Universitas Brawijaya.

Dari pelaksanaan audit tersebut menurut Ngesti, ada lima domain risiko yang diantisipasi di Universitas Brawijaya yakni risiko keunggulan dan kualitas akademik (Academic excellence and quality) yang berkaitan dengan akreditasi, sistem pengajaran di kampus dan kualitas dosen hingga capaian kinerja dalam hal riset dan pengabdian kepada masyarakat. Empat risiko lainnya adalah risiko tata kelola dan kepatuhan institusional (Institutional governance and compliance), risiko pengelolaan keuangan, aset, dan keberlanjutan (Financial stewardship, asset and sustainability), risiko keunggulan dan ketahanan operasional (Operational excellence and resilience), dan risiko kapabilitas sumber daya manusia dan organisasi (People and organizational capability).

Perlu diketahui, dari penerapan aplikasi Sistem Elektronik Manajemen Risiko (SEMAR) Universitas Brawijaya sejak awal tahun 2026 lalu, diketahui saat ini ada sekitar 2.000 risiko yang masuk dan terdata dengan kualifiikasi bobot risiko yang berbeda-beda.

“Saat ini telah masuk siklus mitigasi atau penanganan pada masing-masing unit kerja mengingat sudah masuk triwulan ketiga setelah melalui tahapan pengisian risk register dan verifikasi. Setelah mitigasi risiko maka akan memasuki tahapan pengawasan” pungkas Ketua Satuan Reformasi Birokrasi Universitas Brawijaya, Dr. Ngesti Dwi Prasetyo, S.H., M.Hum. (A.Y)

  • Penulis: Agus Yuwono
expand_less