Guna Peningkatan SDM, Pascasarjana UB Sambut 512 Mahasiswa Baru
- account_circle Agus Yuwono
- calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
- visibility 80
- print Cetak

Direktur Sekolah PascaSarjana UB bersama beberapa pejabat yang menjadi mahasiswa baru Sekolah PascaSarjana UB (Foto : Agus Yuwono)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya (UB) menggelar Orientasi Pendidikan dan Kemahasiswaan (ORDIK) bagi 512 mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya proses akademik bagi para mahasiswa yang tersebar di tujuh program studi (prodi) berorientasi multidisiplin, interdisiplin, dan transdisiplin, di Hall Utama Lantai 3, Gedung A SPUB, Minggu (23/8/2026).
Direktur Sekolah Pascasarjana UB, Prof. Dr. Moh. Khusaini, S.E., M.Si., M.A., menyampaikan bahwa ratusan mahasiswa baru tersebut mendiami empat prodi Magister (S2) dan tiga prodi Doktor (S3). Para mahasiswa berasal dari latar belakang yang sangat beragam, mulai dari anggota TNI/Polri, pejabat instansi pemerintah, politisi seperti anggota DPR/DPRD, hingga jajaran kepala daerah.
“Mahasiswa kita berasal dari berbagai lapisan. Banyak personel TNI dan Polri yang mengambil prodi Ilmu Ketahanan Nasional, bahkan kita punya kelas kerja sama khusus dengan Badan Intelijen Negara (BIN),” ujar Prof. Khusaini
Ia menambahkan, pada prodi Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan S2 dan S3, sejumlah pimpinan daerah seperti Wali Kota Probolinggo dan Wali Kota Batu turut menempuh pendidikan. UB merancang skema kelas kolaboratif dengan berbagai kementerian, lembaga, Pemda, BUMN, BUMD, hingga badan pembiayaan seperti BP Tapera dan BPJS Ketenagakerjaan guna memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor publik.
Terkait skema perkuliahan dan pembiayaan untuk kelas kerja sama, seperti kolaborasi bersama Forkopimda dan Pemkot Probolinggo UB menerapkan aturan khusus berdasarkan kesepakatan (MoU) antara kedua belah pihak. Program kerja sama dengan Kota Probolinggo ini diproyeksikan sebagai pilot project peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN), menyusul keberhasilan program serupa di Kabupaten Lumajang.
Metode pembelajaran di Sekolah Pascasarjana UB disesuaikan dengan kebutuhan dan regulasi kampus yang memungkinkan fleksibilitas. Selain kelas reguler yang beroperasi secara full tatap muka (luring), UB juga memfasilitasi perkuliahan hybrid (50 persen daring dan 50 persen luring).
“Untuk mahasiswa kelas kerja sama dari Kota Probolinggo dan Pemprov NTB, sistem pembelajarannya dilaksanakan secara hybrid. Sementara untuk kelas kerja sama seperti Pemkot Malang, mahasiswa berkuliah full luring di kampus,” kata Prof. Khusaini.
Langkah ini menegaskan komitmen Sekolah Pascasarjana UB dalam mendukung agenda pemerintah pusat dan daerah untuk terus mencerdaskan serta menaikkan kelas kualitas SDM nasional secara berkelanjutan. (Red)
- Penulis: Agus Yuwono



