Adadimalang.com

The Art of News

banner 728x90

Puluhan rombongan pengunjung Kampung 3G mencari destinasi pengganti

Puluhan rombongan pengunjung Kampung 3G mencari destinasi pengganti
Kunjungan Srikandi Kampung 3G ke Sekretaris Daerah Kota Malang beberapa waktu yang lalu

Kota Malang – Pasca turunnya inisiator kelahiran Kampung Glintung Go Green (3G) Bambang Irianto dari jabatan Ketua RW 23 kelurahan Purwantoro, kota Malang membuat pria penerima penghargaan Piala Kalpataru untuk kategori Pembina Lingkungan tersebut tidak menangani operasional kampung 3G lagi. Padahal kampung yang sudah menjadi destinasi wisata untuk wisatawan lokal, nasional dan internasional ini namanya kian moncer setelah sang inisiator yakni Bambang Irianto mendapatkan penghargaan tertinggi untuk bidang lingkungan, dan kampung 3G mendapat penghargaan kampung Proklim dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Saat ditemui di kediamannya oleh AdaDiMalang, Bambang Irianto tidak menampik jika ada permasalahan tentang operasional Kampung 3G pasca pergantian struktur Ketua RW dan Ketua RT pasca dirinya turun dari jabatan.

“Nanti juga pasti tahu sendiri mengapa Kampung 3G tidak bisa berjalan seperti dulu lagi,” ujar Bambang Irianto.

Sepanjang wawancara dengan Bambang Irianto, pria yang sejak dahulu aktif di berbagai organisasi ini kerap kali menerima panggilan telpon melalui gawainya dimana penelpon itu rupanya kepala rombongan atau pejabat instansi yang berencana akan melakukan kunjungan ke Kampung 3G.

”Mulai hari ini sampai minggu ketiga bulan Desember ini sudah ada 20 rombongan yang merencanakan kunjungan ke Kampung 3G. Kalau ingin mendapatkan ilmu ya saya persilahkan datang ke rumah saya, tapi jika ingin datang ke Kampung 3G ya saya persilahkan menghubungi Ketua RW 23 yang baru,” ujar Bambang Irianto.

Bambang Irianto lebih lanjut menjelaskan bahwa setelah mengetahui dirinya tidak menangani Kampung 3G lagi, banyak kunjungan yang dibatalkan atau dialihkan ke destinasi wisata di kota Malang yang lain.

“Mereka rata-rata meminta advise untuk kampung tematik mana yang bisa menjadi tujuan kunjungan mereka setelah Kampung 3G tidak saya pegang lagi,” ungkap pria yang dulu dikenal dengan julukan Bambang Kripik ini.

Menurut Bambang, kondisi seperti ini merupakan peluang bagi Kampung Tematik lain di kota Malang untuk mendapat limpahan kunjungan dari wisatawan yang batal ke Kampung 3G.

“Tapi saya ingatkan, pengunjung Kampung 3G itu rata-rata ingin mencari ilmu dan wawasan yang baru. Sehingga Kampung Tematik yang lain harus ada edukasi yang diberikan kepada pengunjung selain spot selfie dan wisata lainnya,” pungkas Bambang Irianto. (A.Y)

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan