~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tekan Sampah Makanan dan Bantu Budget Mahasiswa, Tim STIE Malangkuçeçwara Ciptakan Inovasi Website CookPlan

Tekan Sampah Makanan dan Bantu Budget Mahasiswa, Tim STIE Malangkuçeçwara Ciptakan Inovasi Website CookPlan

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM — ​Sebagai upaya menekan tingginya angka sampah makanan (food waste) di Indonesia, lima mahasiswa STIE Malangkuçeçwara (ABM) Malang berhasil menciptakan inovasi platform digital berupa situs web perencanaan memasak bernama CookPlan.

​Inovasi tersebut diinisiasi oleh tim yang diketuai oleh Zilfi Alvin Mubarok bersama empat anggotanya, yakni Nanda Maharani, Irma Ramadia Hakim, Tri Khusnul Hidayati, dan Tiara Eka Wahyuningayu Vasha.

​Zilfi menjelaskan bahwa gagasan pembuatan situs web ini bermula dari keprihatinan atas besarnya volume sampah makanan nasional yang dampaknya memicu kerugian ekonomi dalam jumlah besar.

​”Jadi inovasi website CookPlan ini berawal dari keprihatinan kami terhadap banyaknya jumlah sampah makanan yang dihasilkan Indonesia yang sudah memprihatinkan. Dari data lembaga nasional di tahun 2024 itu diketahui ada sekitar 14,7 juta ton sampah makanan yang dihasilkan Indonesia setiap tahunnya. Bahkan pemerintah juga mengkonfirmasi kerugian dari sampah makanan tersebut mencapai Rp500 triliun setiap tahunnya,” kata Zilfi.

Tim PKM-K STIE Malangkuçeçwara berhasil ciptakan inovasi Website CookPlan untuk minimalisir Food Waste (Foto : Ist)

Tim PKM-K STIE Malangkuçeçwara berhasil ciptakan inovasi Website CookPlan untuk minimalisir Food Waste (Foto : Ist)

​Berangkat dari masalah tersebut, tim menyusun proposal Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) yang diajukan ke Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Ditjen Dikti pada 7 April 2026. Proposal tersebut berhasil lolos dan menerima alokasi pendanaan pada 23 Mei 2026.

​Anggota tim PKM-K, Nanda Maharani, menuturkan bahwa operasional dan komersialisasi platform CookPlan mulai direalisasikan secara bertahap pascapendanaan.

​”Dikerjakan setelah mendapat pendanaan, akhirnya website CookPlan ini kami launching mulai 27 Juni 2026 dan untuk kegiatan operasional mulai tanggal 4 Juli 2026,” kata Nanda.

​Situs web CookPlan menyajikan berbagai fitur interaktif guna membantu pengguna mengatur kebutuhan dapur secara tepat. Melalui petunjuk porsi dan saran resep yang terukur, jumlah bahan masakan terbuang dapat ditekan seminimal mungkin.

​”Biasanya kita belanja bahan masakan itu melebihi kebutuhan memasak dalam satu porsi, sementara dengan mengikuti saran dari website CookPlan maka makanan yang terbuang akan sangat sedikit. Dengan begitu maka diharapkan makanan akan habis terkonsumsi,” ujar anggota tim lainnya, Irma Ramadia Hakim.

​Selain fitur saran resep, CookPlan menyediakan layanan pembelian bahan masakan secara daring yang terintegrasi dengan pelaku usaha lokal.

​”Kami juga telah bekerjasama dengan beberapa pedagang di pasar Blimbing kota Malang untuk memenuhi kebutuhan bahan masakan yang telah dipesan pengguna website CookPlan. Bahkan kami juga telah bekerjasama dengan beberapa orang untuk mengirimkan ke lokasi pemesann bahaan masakan,” pukas Tri Khusnul Hidayati.

​Fitur perencanaan anggaran masakan ini dinilai sangat membantu kelompok mahasiswa yang memiliki keterbatasan anggaran bulanan.

​”Jadi misalkan ada mahasiswa yang hanya memiliki uang Rp.30 ribu maka dapat mendapatkan saran dengan membuka website CookPlan mulai dari menu masakan dengan anggaran Rp.30 ribu, termasuk bahan masakan apa saja yang harus dibeli untuk memasaknya. Dengan saran menu masakan hingga bahan masakan dari Website CookPlan maka mahasiswa tersebut akan dapat lebih menghemat dan makanan tidak ada yang terbuang,” jelas Tiara Eka Wahyuningayu Vasha.

​Di bawah bimbingan dosen pendamping Dr. Uke Prajogo, S.TP., M.M., CMA., situs web CookPlan kini telah mencatatkan lebih dari 60 anggota terdaftar dengan lalu lintas pengunjung mencapai 300 kunjungan setiap bulannya. Tim berharap platform ini dapat terus berkembang dan berkontribusi langsung dalam mengurangi timbulan sampah makanan di tingkat rumah tangga. (A.Y)

  • Penulis: redaksi
expand_less