Hasil Rakor dan Evaluasi Masa Transisi bersama Gubernur Jawa Timur.

ADADIMALANG – Pelaksanaan masa transisi di kota Malang paska penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malanf Raya yang direncanakan berlaku selama tujuh hari usai PSBB ternyata diperpanjang menjadi 14 hari.

Hal tersebut diketahui saat pelaksanaan rapat evaluasi masa transisi Malang Raya antara Gubernur Jatim bersama Forpimda Jatim dengan Kepala Daerah Malang Raya, Danrem 083 Baladhika Jaya dan Forpimda Malang Raya hari Jumat malam kemarin (05/06/2020).

“Jadi yang dibuat acuan serta yang menjadi perhatian bersama adalah pedoman WHO yang menyatakan bahwa untuk memasuki tahapan new normal dipersyaratkan angka Rate of Transmition (RT) harus di bawah satu. Sementara untuk Malang Raya ini, Rate of Transmition masih 1,23 yang disebabkan masih muncul kasus baru konfirm positif Covid-19 meskipun diikuti penambahan yang sembuh,” ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Sementara itu, Walikota Malang Sutiaji menyampaikan bahwa untuk kota Malang yang menjadi perhatian adalah klaster isolasi mandiri.

“Penambahan terakhir banyak muncul dari lingkar keluarga inti. Bisa jadi lingkungan rumah tidak memadai untuk dilakukan isolasi mandiri, karenanya ini akan ditarik ke RSUD. Kami siapkan segera,” lapor Walikota Malang.

Walikota Malang melanjutkan bahwa hal lain yang menjadi perhatian adalah gerakan operasi rapid secara masif kea titik kumpul massa.

“Fakta di lapangan menunjukkan komunitas millenial yang seharusnya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik akan covid-19, justru abai sehingga terus disasar tim Covid-19 kota Malang melalui operasi gabungan Pemkot, TNI dan Polri. Di tengah masyarakat muncul persepsi masa transisi sudah new normal, bahkan dipahami normal seperti tidak ada covid 19. Ini yang akan terus ditekan dan diluruskan,” ungkap Walikota Malang.

Secara terpisah, Komandan Kodim 0833 kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson menyampaikan bahwa semua keputusan dan kesepakatan diambil melalui rapat koordinasi.

“Semua kebijakan dan upaya yang dilakukan tidak akan sukses jika tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk patuh pada aturan. Ayo mari kita bersama-sama menyngsong new normal, pandemi ini jadikan sebagai peringatan agar kita selalu peduli akan kesehatan diri sendiri maupun lingkungan kita,” pungkas Letkol Inf Tommy Anderson. (A.Y)