Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) kembali menunjukkan perannya sebagai institusi vokasi unggulan. Terbaru, kampus vokasi di Malang ini mendapat kepercayaan besar dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) untuk menyelenggarakan sertifikasi kompetensi bagi para dosen dari berbagai perguruan tinggi vokasi (PTV) di seluruh Indonesia.

Sertifikasi berstandar internasional ini dilaksanakan dengan fokus pada isu yang sangat relevan dan tengah menjadi tren global yakni Keamanan Jaringan (Cyber Security).

Kegiatan bergengsi ini resmi dibuka oleh Prof. Ratih Indri Hapsari, S.T., Ph.D.,  yang saat ini menjabat sebagai WakilDirektur bidang Akademik POLINEMA hari ini (01/12/2025) di Hotel Ijen Suite Kota Malang. Diikuti sebanyak 20 dosen dari berbagai PTV untuk mengikuti rangkaian program yang akan berlangsung selama 14 hari, meliputi pemberian materi intensif dan diakhiri dengan ujian sertifikasi.

Dalam pelatihan ini, para peserta akan mengikuti tiga tingkatan sertifikasi utama yakni CEH (Certified Ethical Hacker), CSCU (Certified Secure Computer User), dan NDE (Network Defense Essentials), dimana para instruktur pelatihan ini adalah para dosen ahli dari POLINEMA. Hal ini menunjukkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki kampus POLINEMA dalam bidang teknologi telah tersertifikasi internasional.

Sementara itu usai pembukaan kegiatan, Prof. Dr. Eng. Rosa Andrie Asmara, ST., MT., selaku Wakil Direktur Bidang Kerja Sama POLINEMA menjelaskan bahwa kolaborasi ini terlaksana berkat pendanaan penuh dari Kemendikti Saintek.

“Dengan adanya pendanaan dari Kemendikti Saintek ini, harapannya POLINEMA dapat lebih dipercaya lagi oleh kementerian untuk menyelenggarakan sertifikasi-sertifikasi yang lain terutama untuk pendanaan tahun depan,” ungkap Prof. Rosa.

Lebih lanjut, Prof. Rosa menekankan urgensi topik yang diangkat. “Saat ini yang sedang trend tentang cyber security dan keamanan jaringan saya kira ini sangat penting sekali ke depannya untuk para peserta,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti di level ini, tetapi juga dapat menarik partisipasi dari pihak-pihak lain dengan skema dan tema sertifikasi yang lebih beragam ke depannya.

Rencana strategis POLINEMA bahkan mencakup pembukaan program studi (Prodi) baru terkait cyber security, sejalan dengan kebutuhan industri saat ini.

Mendampingi Prof. Rosa, Ahmad Wilda Yulianto ST., MT., salah satu dosen POLINEMA yang bertindak sebagai instruktur pelatihan menjelaskan bahwa tujuan utama sertifikasi ini adalah memberikan keterampilan mumpuni di bidang keamanan jaringan kepada para dosen PTV.

“Pelaksanaan pelatihan sertifikasi kompetensi kali ini berkolaborasi dari dua jurusan di POLINEM yakni Jurusan Teknik Elektro dan Jurusan Teknik Informasi POLINEMA,” ungkap Wilda.

Wilda juga merincikan tahapan sertifikasi yang dilaksanakan sesuai dengan amanah dari Kemendikti Saintek POLINEMA ada tahapan CEH, CSCU, dan NDE.

“Nah untuk minggu pekan pertama ini yang dijalankan adalah CSCU dan NDE, sementara minggu berikutnya baru yang level paling sulit yakni skema CEH,” jelas Wilda.

Ia menambahkan bahwa tuntutan bagi pengajar saat ini adalah memiliki minimal satu sertifikasi yang relevan. Harapannya, dengan bekal kemampuan ini, para dosen PTV dapat menularkan ilmunya ke mahasiswa, sehingga lulusan vokasi di Indonesia akan semakin maju dan berdaya saing. (A.Y)