ADADIMALANG.COM | Kota Malang – Kota Malang mencatat inflasi sebesar 0,46% secara bulanan (mtm) pada Desember 2024, meningkat dibandingkan November yang tercatat sebesar 0,24% (mtm). Inflasi tahunan pada Desember 2024 mencapai 1,36% (yoy/ytd). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi bulan ini, dengan andil 0,40% (mtm).

Komoditas utama penyebab inflasi adalah telur ayam ras, bawang merah, cabai merah, cabai rawit, dan minyak goreng. Kenaikan harga telur ayam ras dipicu oleh peningkatan permintaan selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sementara itu, kenaikan harga bawang merah terjadi akibat berkurangnya pasokan pasca masa panen. Curah hujan yang tinggi turut menyebabkan gagal panen cabai merah dan cabai rawit, mempengaruhi ketersediaan pasokan. Sedangkan, kenaikan harga minyak goreng disebabkan oleh peningkatan harga CPO dunia dan berakhirnya kebijakan Domestic Market Obligation (DMO).

Meski begitu, inflasi yang lebih tinggi berhasil tertahan oleh deflasi pada komoditas alpukat, daging ayam ras, emas perhiasan, beras, dan kentang. Penurunan harga beras terjadi karena pasokan yang memadai, sementara penurunan harga daging ayam ras disebabkan oleh overstock populasi ayam.

Sinergi Pengendalian Inflasi

Pemerintah Kota Malang bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang terus berupaya menjaga stabilitas harga. Pelaksanaan berbagai program seperti High Level Meeting (HLM) TPID pada 17 Desember 2024 dan sidak pasar bersama Menteri Perdagangan pada 19 Desember 2024 menjadi langkah konkret untuk memantau harga dan memastikan ketersediaan barang pokok menjelang Nataru.

Selain itu, program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan pada tanggal 2 hingga 13 Desember 2024 di 10 titik wilayah Kota Malang berhasil membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Kampanye Belanja Bijak melalui iklan layanan masyarakat juga dilakukan untuk mencegah kepanikan belanja yang dapat memicu lonjakan harga.

Menurut TPID, sinergi kebijakan antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan Bank Indonesia melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) akan terus diperkuat. Strategi 4K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, serta Komunikasi efektif) diharapkan dapat menjaga tingkat inflasi Kota Malang dalam rentang sasaran 2,5 ± 1% (yoy) pada 2025.

Kondisi Pasar Akhir Tahun

Kenaikan inflasi pada akhir tahun 2024 mencerminkan tantangan dalam menjaga kestabilan harga, terutama pada kelompok pangan. Meski inflasi tetap terkendali, tekanan harga akibat faktor cuaca dan peningkatan permintaan pada momen-momen besar seperti Nataru menjadi perhatian utama.

Melalui langkah-langkah strategis yang telah diterapkan, Kota Malang optimis dapat menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Keberlanjutan sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menghadapi tantangan inflasi di tahun mendatang. (A.Y)