Gunakan Uang Sen Untuk Belanja, Resto Sambat Luwe Menjadi Tempat Berbuka Bernuansa Tempoe Doeloe

Suasana pedesaan dengan pemandangan sawah akan menemani waktu berbuka puasa di Resto Sambat Luwe di kota Malang ini (Foto : Ist)
Suasana pedesaan dengan pemandangan sawah akan menemani waktu berbuka puasa di Resto Sambat Luwe di kota Malang ini (Foto : Ist)
banner 468x60

Nikmatnya berbuka puasa sembari memandang hamparan padi di sawah. 

Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Momentum berbuka puasa bagi umat Islam merupakan salah satu waktu istimewa yang dirasakan setelah hampir 14 jam menahan haus dan lapar berpuasa di bulan ramadhan ini.

Momentum istimewa saat menjalankan ibadah puasa tersebut kerapkali dinikmati sebaik mungkin dengan menikmati sajian makanan yang istimewa ataupun bersama dengan orang-orang terdekat.

Bacaan Lainnya

Selain menu makanan istimewa yang ditawarkan, suasana saat berbuka puasa juga menjadi salah satu hal penting agar momentum berbuka puasa dapat terasa lebih istimewa.

Menyajikan suasana pedesaan meski ada di wilayah kota Malang, menjadikan Resto Sambat Luwe yang ada di wilayah kecamatan Kedungkandang ini menjadi salah satu lokasi favorit bagi keluarga untuk berbuka puasa ramadhan.

“Wah saya sengaja datang ke sini untuk berbuka puasa bersama keluarga saya, karena vibes-nya seperti saat masa kecil saya di desa orangtua saya dulu. Makanya saya ajak juga ke dua orangtua saya berbuka puasa di sini,” ungkap Rina, salah satu pengunjung dari kota Malang.

Rina yang datang bersama rombongan keluarganya ini selain mencari lokasi berbuka puasa yang berbeda, juga karena makanan yang disajikan juga tradisional nusantara dan tempoe doeloe.

“Unik lho mas, saat kita datang kita harus tukar dulu dengan uang sen yang akan kita pergunakan membeli makanan yang banyak ditawarkan di sini. Ada ayam dan bebek yang diolah dengan cara digoreng atau dibakar, sampai dengan garang asem daging yang dimasak di dalam bambu,” ungkap Rina.

Resto Sambat Luwe yang memiliki areal cukup luas ini menyediakan beberapa gazebo sebagai ikon bangunan Jawa tempoe doeloe yang dibangun dengan menggunakan bahan bangunan bekas dari bangunan lainnya.

“Jadi memang tidak ada bangunan baru di sini, semuanya dibangun dengan menggunakan bahan bangunan bekas dari bangunan lain yang telah tidak dipakai. Beberapa gazebo ini dapat difungsikan sesuai kebutuhan baik untuk tempat makan ataupun tempat pertemuan (meeting) ataupun lain sebagainya,” jelas Pemilik Resto Sambat Luwe, Prasetya Indra saat ditemui di lokasi.

Menurut pria ramah ini,, di momen bulan ramadhan kali ini Resto Sambat Luwe mengusung konsep seperti bazar pasar malam dengan mengambil tema Kenangan Rasa Tempoe Doeloe.

“Jadi nantinya para pengunjung dapat memilih sendiri dan membeli langsung makanan apa yang akan menjadi menu berbuka puasanya dengan menggunakan uang Sen dengan menukarkannya di kasir. Jadi dengan Rp.55 ribu, maka setiap pengunjung akan memperoleh uang lama sebesar Rp.50 sen yang terdiri dari pecahan 2,5 sen, 5 sen dan 10 sen,” ujar Indra.

Mengingat konsepnya adalah tempoe doleloe, Indra mengakui ada beberapa menu yang tidak biasa disajikan di hari biasanya dimunculkan di momen bulan ramadhan ini seperti Bakso, Lontong Kikil dan beberapa menu lainnya.

“Kita juga bekerjasama dengan beberapa pelaku UMKM untuk menawarkan menu produk mereka seperti Lecker, Mochi, Gula Kapas dan lain sebagainya. Untuk sementara baru empat, nanti jika memang bagus akan kita tambah jumlah pelaku UMKM dengqan varian produk yang berbeda. Kita juga memperkenalkan menu baru kita yakni Garang Asem Daging yang dimasak dalam bambu, InsyaAllah ini baru ada di Sambat Luwe saja,” jelasnya.

Menyadari tidak semua pengunjungnya adalah orang yang merencanakan sejak lama untuk berkunjung ke restnya, Prasetya Indra juga menghadirkan Pojok Ramesan yang menyediakan menu-menu makanan yang telah siap untuk disantap tanpa harus menunggu proses masak terlebih dahulu.

“Jadi kalau ada yang mendadak datang dan memang sudah waktunya buka, mereka bisa menikmati makanan di Pojok Ramesan karena makananya sudah tersedia dan tinggal ambil tanpa harus menunggu dimasak terlebih dahulu,” jelasnya.

Menjual suasana pedesaan dengan pemandangan sawah di sekitar restonya, tidak membuat Prasetya Indra kehabisan ide berinovasi untuk memberikan layanan baru bagi para pelanggannya.

Mengkombinasikan bangunan Joglo dan kolam renang bernuansa modern namun menggunakan batu alam, menjadi salah satu lokasi favorit baru bagi para pelanggan Resto Sambat Luwe ini.

“Ini jadi salah satu spot baru karena bisa menikmati menu berbuka puasa berdekatan dengan kolam renang sembari menyaksikan pemandangan alam persawahan. Kalau mau renang baru ada charge sendiri, dimana ada tiga kolam untuk anak-anak dan juga dewasa,” pungkas Prasetya Indra.

Di lokasi resto setiap sorenya hampir selalu ramai dengan kunjungan dari rombongan keluarga ataupun dari kantor yang ingin berbuka puasa bersama dengan suasana yang berbeda. (A.Y)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60