Di KBP, Profesor Kazuhito Fujiyama Beri Tips Fermentasi pada Wedang Uwuh Biar Enak Rasanya

Profesor Kazuhito Fujiyama dari Osaka University saat berkunjung ke Kampung Budaya Polowijen (Foto : Ist)
Profesor Kazuhito Fujiyama dari Osaka University saat berkunjung ke Kampung Budaya Polowijen (Foto : Ist)
banner 468x60

(Oleh Isa Wahyudi / Ki Demang)

Hari Ini (19/03), Kampung Budaya Polowijen mendapat Kunjungan dari Jepang Profesor Kazuhito Fujiyama. Tamu istimewa diantar langsung oleh civitas akademika dari Unair Jurusan Kimia yang sebelumnya mengisi seminar disana. Hari ini Prof Fujiyama diajak keliling Malang yang sebelumnya mampir ke Museum Ganesya dan Setelah itu Ke Kampung Budaya Polowijen.

Bacaan Lainnya

Profesor Kazuhito Fujiyama sangat senang dengan topeng topeng malang. Di Museun Ganesya ketemu topeng Malang. Di Kampung Budaya Polowijen dapat melihat langsung tari Topeng Malang. Di Jepang juga ada Topeng Oni. “Topeng Oni adalah topeng tradisional Jepang yang menggambarkan makhluk jahat dan menakutkan. Topeng ini biasanya terbuat dari kayu atau kertas, dan memiliki ciri khas mata besar, tanduk, taring, dan mulut penuh gigi”.

Profesor Kazuhito Fujiyama adalah seorang ahli bioteknologi asal Jepang yang saat ini menjabat sebagai Profesor di International Center for Biotechnology (ICBiotech), Osaka University. Beliau Keahlian penelitian Profesor Fujiyama mencakup bioteknologi, biologi molekuler terapan, rekayasa bioproses dan terakhir meneliti tentang proses fermantasi pada ragi. Atas kontribusinya dalam bidang bioteknologi, Institut Teknologi Bandung (ITB) menganugerahkan gelar Profesor Kehormatan kepada Profesor Fujiyama pada 18 Oktober 2019.

Sambil di suguhi tari topeng, Prof Fujiyama juga mencicipi berbagai wedang di KBP. Mulai wedang uwuh, beras kencur, kunir asem dan tak lupa minta kopi. “Ini minuman khas indonesia bermacam macam enak rasanya dan sehat menyehatkan karena ini minuman herbal”.

Minuman herbal seperti jamu beras kencur dan kunir asem tidak melalui proses fermentasi dalam pembuatannya. Kedua jenis jamu ini biasanya dibuat dengan cara merebus atau mengekstrak bahan-bahan alami seperti kencur, kunyit, asam jawa, dan beras, lalu disaring dan dikonsumsi dalam keadaan segar.

“Namun, ada beberapa jenis minuman herbal yang mengalami fermentasi, seperti wedang uwuh fermentasi atau beras kencur fermentasi yang dibuat dengan menambahkan ragi atau menggunakan proses alami untuk meningkatkan probiotik” Tambah Prof Fujiyama ahli peneliti tentang ragi dan proses fermentasi.

Minuman seperti kunyit-asam juga bisa dibuat dengan fermentasi, menghasilkan rasa yang lebih kompleks dan manfaat tambahan dari mikroba baik. Jadi, jamu tradisional umumnya tidak difermentasi, tetapi bisa dibuat dalam versi fermentasi jika diinginkan. Begitu tips yang di berikan oleh Profesor Fujiyama. (*)

Isi artikel ini ditulis dan menjadi tanggungjawab penulis sepenuhnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60