Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH., MH., mengisi kuliah tamu di kampus UM.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Transformasi sumber daya manusia (SDM) menuju kualitas unggul menjadi agenda nasional prioritas dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., saat memberikan kuliah umum di Universitas Negeri Malang (UM) siang tadi, Kamis (15/5/2025).

Dengan tema “Wujudkan Generasi Muda U1nggul dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045”, Prof. Zudan menyampaikan pentingnya keterlibatan aktif institusi pendidikan tinggi sebagai agen strategis dalam pencapaian Asta Cita, delapan tujuan besar pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Rektor Universitas Negeri Malang, Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas kesediaan Kepala BKN menjadi pemateri kuliah tamu bagi para mahasiswa UM.

“Meskipun bukan lulusan UM, tapi Prof. Zudan ini bukan orang lain bagi UM karena paklik beliau ternyata pernah menjabat sebagai Rektor di kampus ini saat masih IKIP dulu,” ungkap Prof. Hariyono.

Di hadapan semua peserta yang hadir baik mahasiswa maupun dosen dan karyawan UM, Prf. Hariyono juga menyampaikan bagaimana Prof.Zudan selalu membuat inovasi-inovasi baru agar pelayanan kepada masyarakat jauh lebih mudah.

“Masyarakat yang diuntungkan karena tidak perlu memperpanjang KTP setiap lima tahun sekali ya kebijakan Prof. Zudan ini dan banyak lagi kebijakan beliau yang memang baru dan mempermudah masyarakat,” ujar Prof. Hariyono.

Dengan kehadiran Prof. Zudan sebagai Kepala Badan Kepegawaian negara, Rektor UM berharap akan banyak ilmu dan hal-hal positif yang dapat diterima para peserta Kuliah Tamu untuk mewujudkan SDM yang unggul, termasuk untuk mewujudkan Generasi Emas 2045 mendatang.

Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., saat menyampaikan sambutannya dalam kuliah tamu bersama Kepala BKN RI (Foto : Agus Y)
Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., saat menyampaikan sambutannya dalam kuliah tamu bersama Kepala BKN RI (Foto : Agus Y)

Dalam paparannya di hadapan mahasiswa dan civitas akademika, Prof. Zudan menyoroti peran sentral pendidikan tinggi dalam proses peningkatan kualitas SDM nasional sebagai investasi jangka panjang yang tak tergantikan.

“Nah kampus-kampus harus diberi kesempatan yang besar agar bisa bersama-sama mewujudkan Asta Cita Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden. Kita sekarang ada 4,7 juta ASN, akan bertambah sekitar 1 juta lagi yang sekarang diproses,” tegasnya.

Penekanan pada ketersediaan tenaga profesional dengan kompetensi multidisipliner menjadi bagian dari kerangka penguatan institusi negara dalam menghadapi tantangan pembangunan lintas sektor. Hal ini berkaitan erat dengan agenda nasional di bidang kemandirian pangan, energi, air, serta hilirisasi industri.

“Nah kita itu butuh keahlian yang sangat beragam, karena Bapak Presiden punya program kemandirian pangan, kemandirian air, kemandirian energi, hilirisasi, kemandirian pangan yang harus terwujud, itu butuh SDM yang banyak sekali karakter-karakternya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Zudan menggarisbawahi pentingnya peran generasi muda sebagai motor penggerak ekonomi nasional, yang ditopang oleh pemahaman dan penguasaan teknologi, ilmu pertanian, serta sistem ekonomi yang terintegrasi.

“Ada yang menguasai teknologi, menguasai ilmu pertanian, menguasai tentang sistem ekonomi untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi sampai 8%, nah ini butuh anak-anak terbaik bangsa Indonesia,” tandasnya.

Kuliah umum tersebut menjadi bagian dari pendekatan strategis Universitas Negeri Malang dalam merespons dinamika kebijakan nasional, serta menciptakan SDM unggul yang mampu berkontribusi secara nyata terhadap proses pembangunan berkelanjutan.

Masih dalam paparannya, Kepala Badan Kepegawaian Negara menyampaikan agar para generasi muda tidak gampang menyerah, terlebih dalam upaya mencapai hal yang dicita-citakan.

“Jadi ternyata kegagalan itu akan membawa kita pada suatu kebrhasilan yang tidak kita duga-duga. Mungkin banyak kegagalan yang dialami, namun orang lain hanya tahu saat seseorang sudah sukses,” ungkap Prof.  Zudan.

Dirinya mecontohkkan dirinya sebagai mahasiswa aktif yang berprestasi ternyata harus mengalami kegagalan dan kekecewaan saat keinginannya menjadi seorang dosen justru gagal dan dikalahkan oleh seseorang yang keaktifan dan prestasinya di bawahnya.

Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., berharap generasi muda tidak gampang menyerah saat mengalami kegagalan (Foto : Agus Y)
Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., berharap generasi muda tidak gampang menyerah saat mengalami kegagalan (Foto : Agus Y)

“Namun jika kita lihat saat ini, jika mungkin saat itu saya dterima menjadi dosen, mana mungkin saat ini saya dapat berdiri di hadapan adik-adik mhasiswa UM ini semua sebagai Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia. Karena itu jangan mudah menyerah meski upaya atau usahanya masih mengalami kegagalan,” tukas Prof. Zudan disambut tepuk tangan para peserta kegiatan kuliah tamu siang tadi. (A.Y)