Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Transformasi seorang pengusaha menjadi politisi tak lagi sekadar cerita klise. H. Indra Permana, SE., MM., membuktikan bahwa jejak perjuangan dari bawah bisa melahirkan gagasan besar untuk masa depan Indonesia. Pada Jumat (01/08/2025), pria yang akrab disapa Kaji Indra ini resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Sosial dari Universitas Merdeka (UNMER) Malang.

Di hadapan para penguji, Kaji Indra mempresentasikan disertasinya yang mengangkat fenomena pengusaha-politisi. Tak hanya menjelaskan dinamika peralihan peran, disertasi ini juga menawarkan model baru kepemimpinan lokal berbasis kemandirian ekonomi dan spiritualitas. Sebuah tawaran segar yang menuai apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk dari Juru Bicara Presiden RI, Dr. Ujang Komaruddin, M.Si. yang hadir sebagai penguji (penyanggah) disertasinya.

Juru Bicara Presiden RI, Dr. Ujang Komaruddin, M.Si., saat menguji disertaai H. Indra Permana, SE., MM.,

“Ini bukan sekadar akademik, tapi peta jalan baru bagi masa depan politik Indonesia,” ujar Dr. Ujang yang hadir langsung dalam acara pengukuhan tersebut bersama Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM.

Kaji Indra bukan nama asing di kancah politik Kota Malang. Terpilih sebagai anggota DPRD Kota Malang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), ia dikenal aktif membela kepentingan ekonomi kerakyatan. Namun, sebelum terjun ke dunia politik, Indra lebih dulu meniti karier di dunia usaha yang berangkat dari bawah, jatuh bangun membangun bisnis hingga akhirnya dikenal sebagai seorang pengusaha sukses.

Pengalaman itu menjadi bekal berharga dalam menjalankan peran sebagai wakil rakyat. “Sudah waktunya rakyat dipimpin oleh mereka yang tahu rasanya berjuang dari bawah,” tegasnya saat mempresentasikan gagasan kepemimpinan berorientasi pelayanan, bukan pencitraan.

Menurut Indra, politik seharusnya lahir dari semangat melayani. Ia mengkritisi praktik politik yang hanya menjadikan kekuasaan sebagai panggung kepentingan pribadi. Melalui penelitian ilmiahnya, ia ingin memberi arah baru bahwa kekuasaan seharusnya menjadi alat pemberdayaan, bukan sekadar simbol.

Pencapaian akademik Kaji Indra bukan sekadar tambahan gelar, tetapi refleksi dari semangat belajar tanpa henti. Meski telah mengikuti berbagai pelatihan sebagai anggota legislatif, ia tetap merasa perlu terus meningkatkan kualitas diri. Penempaan akademik yang ia jalani selama menempuh jenjang doktoral di FISIP UNMER menjadi bukti komitmennya terhadap peningkatan kapasitas pribadi dan kontribusi publik.

Kini, dengan gelar Doktor Ilmu Sosial, Kaji Indra tak hanya membawa suara rakyat di parlemen, tetapi juga menyumbang gagasan ilmiah yang relevan dengan dinamika politik lokal dan nasional. Disertasinya diharapkan menjadi referensi baru bagi politisi-politisi muda yang datang dari latar belakang dunia usaha. (A.Y)