Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) menunjukkan langkah nyata dalam menghadapi era digital dengan memberikan sertifikasi kompetensi Artificial Intelligence (AI) bertaraf internasional kepada para mahasiswa dan dosennya. Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMABA) tahun 2025 dan berhasil menghemat anggaran hingga Rp8 miliar.
Langkah ini sejalan dengan arahan Rektor UB, Prof. Widodo, yang menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital dan AI bagi seluruh civitas akademika. Dalam sambutannya usai membuka Rangkaian Acara Jelajah Almamater Universitas Brawijaya (RAJA Brawijaya) 2025, Prof. Widodo menyampaikan keyakinannya bahwa AI adalah keharusan di era saat ini.
Dekan FTP UB, Prof. Yusuf Hendrawan, STP. M.App.Life.Sc.Ph.D., menjelaskan bahwa program sertifikasi ini terlaksana berkat kerja sama dengan Institute for Data Innovation and Artificial Intelligence (IDEA AI) dari Australia.

“Di momen PKKMABA Fakultas ini, kami memiliki program yang sangat baru dan ini sangat berkaitan dengan target Indikator Kinerja Utama (IKU) khususnya IKU 2.1 tentang sertifikasi kompetensi mahasiswa internasional. Kami melakukan sertifikasi kompetensi AI untuk mahasiswa baru, panitia PKKMABA, dan juga dosen,” ujar Prof. Yusuf saat ditemui di GOR Pertamina UB, Kamis (14/07/2025).
Total ada 1.117 mahasiswa baru, 600 mahasiswa panitia PKKMABA, dan 100 dosen FTP UB yang mendapatkan sertifikasi ini. Dengan total kuota sebanyak 2.000, masih tersisa 200 lebih kuota yang dapat dimanfaatkan di kemudian hari.
Prof. Yusuf mengungkapkan bahwa sertifikasi dari lembaga IDEA AI Australia ini memiliki biaya normal minimal Rp4 juta per orang. Dengan kuota 2.000 orang, kerja sama antara FTP UB dan IDEA AI berhasil menghemat biaya sebesar Rp8 miliar, karena seluruh peserta tidak dipungut biaya sama sekali.
Proses sertifikasi ini mengharuskan peserta menyelesaikan modul berdurasi lima jam. Modul ini dapat diselesaikan secara bertahap dalam kurun waktu tujuh hari. Pada hari pelaksanaan PKKMABA Fakultas, seluruh peserta telah berhasil menyelesaikan modul dan dijadwalkan menerima sertifikat.
Program sertifikasi kompetensi AI berskala internasional yang diadakan FTP UB ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Prof. Yusuf merasa bersyukur, karena program tersebut sangat sesuai dengan visi dan misi yang diharapkan oleh Rektor UB.
“Wah berarti ini sesuai sekali ya dengan keinginan Pak Rektor UB ya, alhamdulillah,” pungkas Prof. Yusuf. (A.Y)
