Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S. Hut. M.P., meminta mahasiswa pascasarjana Universitas Brawijaya (UB) untuk ambil bagian dalam menjaga lingkungan melalui penelitian berkelanjutan. Permintaan ini disampaikan dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMABA) Pascasarjana UB.

Dalam paparannya yang berjudul “Membangun Intelektual Pascasarjana yang Profesional, Berintegritas dan Visioner Menuju Indonesia Emas 2045”, Menteri Hanif menjelaskan kunjungannya merupakan bagian dari implementasi MoU antara Kementerian Lingkungan Hidup dengan sejumlah universitas, termasuk UB.

“Ini penting saya rasa untuk melakukan kolaborasi dengan semua lini di akademisi seluruh tanah air,” ungkapnya.

Menurut Menteri Hanif, kajian akademis sangat krusial bagi kementeriannya. Sekitar 90 persen instrumen kebijakan, pengawasan, dan penegakan hukum di Kementerian Lingkungan Hidup dibuat berdasarkan kajian sains.

Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S. Hut. M.P., saat memberikan keterangan kepada wartawan (Foto : Agus Yuwono)

“Jadi hampir 90 persen semua instrumen kebijakan pengawasan dan penegakan hukum di Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia itu dibuat dilandasi atau berdasarkan kajian akademik yang berbasis sains (scientific base) yang mungkin berbeda dengan Kementerian yang lain,” ujarnya.

Ia menekankan peran penting mahasiswa dalam menyambut pembangunan di Indonesia. “Karena tanpa peran akademisi termasuk mahasiswa maka hampir dipastikan kualitas lingkungan hidup kita akan jalan di tempat di tengah-tengah kita tengah mendorong ekonomi maju sesuai dengan visi Presiden Prabowo Subianto menjadi negara maju di 2045 dan untuk mewujudkan generasi emas di 2045 mendatang,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc., merasa bangga bisa menerima lebih dari dua ribu mahasiswa pascasarjana. Menurutnya, masa ini adalah inti dari pengembangan ilmu dan teknologi.

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc.,

“Kehadiran Menteri Lingkungan di UB pagi tadi memberikan penekanan yang sangat kuat bahwa seluruh pengembangan keilmuan dan teknologi harus tetap berpedoman pada kelestarian lingkungan hidup. Sehingga energi-energi teknologi dan ilmu pengetahuan juga harus sinergi dengan konservasi lingkungan hidup,” kata Prof. Widodo.

Komitmen ini, lanjut Prof. Widodo, harus dijalankan mulai sekarang. Ia memastikan UB akan berkontribusi besar dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP., menyampaikan apresiasi atas arahan yang diberikan. “UB juga mendapat mandat untuk bersama-sama merumuskan indikator instrumen untuk mendukung indeks kelestarian lingkungan hidup. Kita mendorong para mahasiswa pasca baik disertasi maupun doktoral untuk menjaga lingkungan hidup ini seperti apa nantinya,” ungkapnya.

Prof. Imam menambahkan, UB memiliki tiga misi utama di bidang pendidikan, yaitu sustainability, diversity, dan tata kelola yang baik. Mahasiswa baru diwajibkan untuk mengenal dan memahami aspek keberlanjutan.

“Mahasiswa baru termasuk pasca sarjana nanti wajib untuk mengenal, mempelajari, memahami tentang aspek sustainability dan kita sudah sediakan videonya yang wajib diakses sehingga mahasiswa memiliki kepedulian dan paham terhadap materi tersebut,” pungkas Prof. Imam. (A.Y)