Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Selaras dengan visi Universitas Brawijaya (UB) untuk menjadi kampus berkelas dunia, Fakultas Vokasi UB melakukan langkah konkret dengan menghadirkan wawasan global bagi para mahasiswanya. Sebanyak 1.300 mahasiswa baru Vokasi UB mendapat kesempatan langka dalam sebuah kuliah tamu yang digelar di Gedung Samantha Krida pagi hari tadi, Kamis (28/08/2025).
Tidak tanggung-tanggung, narasumber yang dihadirkan adalah seorang diaspora yang telah sepuluh tahun berkiprah di Korea Selatan, Dimas Harris Sean Keefe, Ph.D., seorang dosen pengajar di GSIS Pusan National University, Korea Selatan.
Kuliah tamu ini bukan hanya dihadiri oleh mahasiswa baru, tetapi juga dosen dan mahasiswa lama yang menjadi panitia kegiatan tersebut.
Ketua Pelaksana Kuliah Tamu Vokasi UB, Andira Dwi Wiranugraha, SM., MBA., menjelaskan bahwa fokus utama acara Kukiah Tamu kali ini adalah tentang internasionalisasi dengan tujuan agar seluruh sivitas akademika Vokasi UB khususnya mahasiswa baru memiliki wawasan global dan berkesempatan berkegiatan di luar negeri, terutama di Korea Selatan.
“Berkegiatan di luar negeri ini untuk peningkatan kompetensi, memperkaya pengalaman, dan tahu bagaimana caranya bersaing di dunia global,” ungkap Andira.
Menurut Andira, alasan dipilihnya Dimas Harris Sean Keefe sebagai narasumber karena pengalamannya yang luar biasa sebagai seorang diaspora dari Jakarta yang menempuh pendidikan S2 dan S3 di Korea Selatan hingga akhirnya menjadi dosen di sana.
“Pak Dimas ini juga founder dari perusahaan bernama beasiswakorea.com yang membantu mahasiswa-mahasiswa untuk berkuliah di Korea, termasuk memberikan beasiswa pendidikan ke Korea Selatan,” tambahnya.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Vokasi UB, Mukhammad Kholid Mawardi, S.Sos., M.A.B., Ph.D., yang menyambut positif acara ini. Ia menekankan pentingnya bagi setiap orang untuk berpikir secara global.
“Karena dari yang ada dan kita pakai atau kenakan dari ujung rambut sampai kaki ini pasti ada yang buatan luar negeri. Sehingga kehadiran Pak Dimas ini akan semakin meneguhkan pikiran atau wawasan global yang sudah ada untuk semakin luas dengan yang disampaikan beliau selama tinggal hingga bekerja sebagai dosen di Korea Selatan,” ujar Mawardi.
Mawardi menambahkan kehadiran Dimas tidak hanya memberikan wawasan, tetapi juga membuka peluang emas bagi sivitas akademika Vokasi UB yang berkesempatan mendapatkan 10 beasiswa pendidikan ke Korea Selatan atau kesempatan internship internasional.
Dalam paparannya, Dimas Harris Sean Keefe banyak berbagi pengalaman hidupnya di Korea Selatan selama satu dekade. Ia menekankan pentingnya bagi mahasiswa Indonesia untuk menjadi global student.
“Fokus sharing hari ini adalah tentang internasionalisasi, termasuk bagaimana anak Indonesia dapat menjadi global student, mengingat saat ini di Korea atau di negara-negara lain itu fokusnya juga sudah ke sana. Khususnya seperti di Korea Selatan di kota Busan itu kotanya sudah menjadi global to local,” jelas Dimas.
Dimas berharap, dengan masih di semester awal, mahasiswa baru Vokasi UB memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri menjadi global student dan mengharumkan nama bangsa di!kancah internasional. Persiapan yang dimaksud bukan hanya penguasaan bahasa asing, tetapi juga kemampuan beradaptasi dan bertahan hidup di negara orang.
“Apalagi budaya kita dan mereka berbeda, jika kita tidak aktif dan tidak memiliki rasa ingin tahu yang besar maka kita akan tertinggal dari mereka. Padahal secara skill dan pengetahuan anak Indonesia itu menurut saya dapat bersaing atau tidak kalah hebat dari mahasiswa luar negeri. Tinggal kemampuan adaptasi dan rasa percaya diri harus lebih ditingkatkan lagi,” pungkas Dimas. (A.Y)
