Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengunjungi Sekolah Rakyat SRMP 16 di Kota Malang pagi hari tadi, Senin (08/09/2025). Kedatangannya disambut antusias sekitar 100 orang siswa yang sedang merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini berdialog langsung dengan para siswa untuk mengetahui pengalaman mereka selama hampir dua bulan belajar di sana. “Bagaimana di sini? Betah nggak?” tanyanya, memulai percakapan.
Usai melakukan kunjungan, Gus Ipul menjelaskan bahwa di awal, proses pembelajaran tentu banyak menemui tantangan. Hal ini wajar sebagai bagian dari adaptasi, baik bagi guru maupun siswa.
“Progress Sekolah Rakyat secara umum Alhamdulillah kita bisa lihat tadi ya semuanya berjalan dengan baik, memang ada tantangan-tantangan yang insha Allah bisa diatasi dengan baik,” ujar Gus Ipul.

Menurutnya, dinamika yang terjadi, mulai dari kekurangan sarana prasarana, sumber daya manusia, hingga guru mata pelajaran tertentu, bisa dicarikan solusinya. Ia juga memaparkan bahwa para siswa yang sebelumnya tidak terbiasa dengan sekolah berasrama, sudah mulai beradaptasi dengan baik.
“Minggu ketiga hingga minggu keempat sudah mulai ada perubahan kondisinya sudah lebih stabil. Semua kekurangan sarana prasarana akan dilengkapi secara bertahap ya,” jelasnya.
Gus Ipul menambahkan, lokasi SRMP 16 saat ini merupakan tempat sementara. Bangunan permanen akan dibangun tahun ini, dan diharapkan bisa digunakan tahun depan. Tahap pertama akan ada seratus titik Sekolah Rakyat yang didanai APBN, dengan kapasitas seribu siswa SD, SMP, dan SMA.
“Mohon doa restunya, kita ikuti dan kita cermati terus perkembangannya setiap hari karena Sekolah Rakyat ini mendidik anak-anak istimewa ya,” ungkapnya.
Penting untuk diketahui, para siswa akan menjalani tes kesehatan untuk mendata DNA Talent, sehingga bakat dan minat mereka dapat teridentifikasi.
Usai mendampingi Menteri Sosial RI melakukan kunjungan, Kepala Sekolah SRMP 16 Malang, Dr. Rida Afrilyasanti, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa sekolahnya menampung seratus siswa, terdiri dari 45 laki-laki dan 55 perempuan.
“Kami terdiri dari empat rombel, masing-masing rombel terdiri dari 25 orang siswa. Untuk asrama, kami ada tujuh asrama yang terdiri dari tiga asrama laki-laki, dan empat asrama perempuan,” ujar Rida.
Rida mengaku sangat gembira atas kunjungan Menteri Sosial. Ia berharap kunjungan ini dapat menambah semangat dan dukungan bagi para guru dan siswa.
“Memang masih ada yang perlu ditingkatkan mengingat sarana prasarana juga tengah dalam proses pengiriman. Seiring berjalannya waktu semoga nanti sarana prasarananya dapat semakin lengkap, sehingga anak-anak juga semakin bisa terkondisikan dan kedisiplinannya juga semakin meningkat,” pungkasnya. (A.Y)
