Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Universitas Negeri Malang (UM) tengah merayakan usia ke-71 tahun. Di tengah semangat bertambahnya usia, kampus yang dulunya dikenal dengan IKIP ini mendapat sorotan positif dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) terkait peluangnya untuk menjadi pemain utama dalam program baru, yaitu Bestari Saintek.
Prof. Dr.Eng. Yudi Darma, S.Si., M.Si., Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kemendikti Saintek, dalam sambutannya secara khusus menyampaikan selamat dan apresiasi pada Dies Natalis UM. Menurutnya, UM memiliki sejarah panjang dan cita-cita besar untuk menjadi kampus unggul global, sejalan dengan visi “Berdampak” yang diusung oleh Kemendikti Saintek.
“UM ini punya sejarah panjang ya yang dulunya IKIP sekarang menjadi Universitas. Tentunya tantangan bertambah dan ada cita-cita besar dari UM untuk menjadi kampus unggul global,” ujar Prof. Yudi Darma.
Ia pun menegaskan, pihak kementerian mendukung penuh langkah dan program yang sudah diluncurkan UM untuk menunjukkan dampak nyata di tengah masyarakat.
Terkait dengan program berdampak tersebut, Prof Yudi menyebutkan Direktorat Jenderal Scientech Kemendikti Saintek yang baru dibentuk hari Senin lalu telah meluncurkan program Bestari Saintek untuk menciptakan masyarakat dengan literasi sains yang tinggi (citizen science). Program ini hadir di bawah payung program “Semesta”, dengan konsep yang sangat membumi.
“Jadi untuk membangun citizen science, menghasilkan masyarakat yang rasional maka kita ciptakan, kita susun program-program yang mengarah ke sana, salah satunya Program Bestari Scientech yang ada di bawah payung program Semesta. Prinsipnya adalah laboratorium hidup berbasis Scientech dengan ekosistem terbuka berbasis Scientech untuk mengajak kampus sebagai pemain utama mengeksplorasi dan mengidentifikasi masalah-masalah nyata yang ada di masyarakat. Yang akan dipecahkan bersama,” jelas Prof. Yudi Darma.
Program Bestari Saintek juga membuka ruang kolaborasi yang luas dengan Pemerintah Daerah, industri, koperasi, BUMDES, dan UMKM. Sinergi lintas pihak ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ditanya potensi UM lolos seleksi Program.Bestari Saintek untuk memperoleh pendanaan yang kompetitif bagi sekitar 75 hingga 100 proposal dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk berebut yotal pendanaan hingga Rp.57,5 miliar.
Prof. Yudi Darma mengungkapkan dirinya optimis UM memiliki peluang yang tinggi untuk lolos seleksi. Hal ini didasari oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki UM.
“Kampus UM ini merupakan kumpulan orang-orang yang sudah berpengalaman, terpelajar, dimana hal itu adalah sebuah komposisi yang sudah sangat bagus.”
Ia menambahkan, kualitas akademik UM terus meningkat, salah satunya terlihat dari peningkatan signifikan jumlah dosen bergelar Doktor yang ditargetkan mencapai 65 persen.
“Jadi untuk Bestari Saintek, saya cukup optimis UM dapat lolos dan berpartisipasi meskipun kita akan memilih proposal terbaik karena programnya bersifat kompetitif. Dan kita berharap nanti dari UM ada champion-champion yang muncul, ada partisipan yang baik untuk program Bestari Saintek,” tukasnya.
Saat ini, program Bestari Saintek baru memasuki masa inkubasi, di mana insan kampus di seluruh Indonesia diundang untuk mendata isu-isu yang ada di wilayah masing-masing. Seleksi awal direncanakan berlangsung akhir bulan ini, dan program utama diharapkan dapat diluncurkan pada bulan Desember.
Program ini menjadi penekanan bahwa kehadiran para ilmuwan dan insan kampus harus menghasilkan dampak nyata di masyarakat, menyelesaikan masalah secara langsung, dan bukan sekadar berhenti di publikasi ilmiah. (A.Y)
