Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Sebagai wujud dukungan mitigasi perubahan iklim serta memperkuat fungsi konservasi lingkungan di kawasan perkotaan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memfasilitasi kegiatan penanaman 1.000 pohon di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang menjelaskan kegiatan tersebut diinisiasi oleh Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) dengan dukungan pendanaan dari pemerintah Norwegia.

“Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan dari Direktorat Kawasan Kementerian Lingkungan Hidup yang hadir secara langsung untuk meninjau pelaksanaan penanaman,” ungkap Raymond.

Raymond menyebut, DLH Kota Malang berperan memfasilitasi kegiatan sekaligus memastikan bahwa lokasi penanaman sesuai dengan ketentuan tata ruang wilayah.

“Secara Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), kawasan TPA Supit Urang ini termasuk kawasan penunjang perkotaan. Namun masih banyak titik yang bisa ditanami. Meski berada di kawasan perkotaan, area sekitar TPA Supit Urang tetap berpotensi untuk menjadi ruang terbuka hijau,” ungkapnya.

Melalui kegiatan penanaman ini, Raymond berharap kawasan tersebut bisa menjadi lebih rindang serta membantu menjaga keseimbangan ekosistem di tengah perubahan iklim yang terjadi.

“Walaupun wilayah perkotaan, kami lakukan penanaman pohon dengan harapan itu menjadi rindang, dan tentunya untuk menjaga kondisi sekarang yang mulai ada perubahan iklim,” katanya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Ketua HPAI Malang Raya yakni Sulaiman Sulang menyebut program penanaman tersebut dilaksanakan dalam dua tahap. Untuk tahap pertama diikuti sekitar 200 peserta dengan menanam 500 pohon, sedangkan 500 sisanya akan dilakukan pada tahap kedua.

Dikatakannya, jenis tanaman yang dipilih di TPA Supit Urang kali ini merupakan pohon keras seperti tabebuya, pule, dan mahoni dengan pertimbangan fungsi konservasi dan upaya mitigasi bencana di kawasan TPA.

“Kami tidak mau TPA Supit Urang ini seperti TPA di daerah lain yang longsor kemudian berdampak ke beberapa kecamatan. Jadi kami sebagai komunitas lingkungan ingin memitigasi dan mengantisipasi jangan sampai terjadi bencana di TPA Supit Urang ini,” tutur Sulaiman yang mengaku penanaman pohon kali ini akan dilaksanakan di areal seluas dua hektare.

Sementara itu, Sulistyanto selaku perwakilan dari Direktorat Konservasi Kawasan Kementerian Kehutanan yang hadir dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa tanaman yang dipilih memiliki fungsi penting dalam konservasi tanah dan air karena memiliki akar yang kuat mencengkeram tanah. Dengan demikian, risiko degradasi lahan maupun potensi longsor dapat diminimalisir.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini dan tetap memberikan bimbingan serta dukungan kepada para penerima manfaat agar program ini berjalan berkelanjutan,” ungkap pria yang datang sebagai Verifikator Teknis Program Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan ini. (Red/Adv)