Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Terjadinya penurunan penjualan dan tingkat kunjungan pada Kampung Keramik Dinoyo kota Malang beberapa tahun terakhir ini, membuat sejumlah dosen Jurusan AKuntansi Politeknik Negeri malang (POLINEMA) melaksanakan pelatihan dan penyusunan modul wisata edukasi.
Melalui pelatihan dan pendampingan bertajuk “Pengembangan Modul Wisata Edukasi Keramik untuk Mendukung Daya Tarik Kampung Keramik Dinoyo sebagai Destinasi Wisata Budaya dan Kreatif”, tim dosen POLINEMA berusaha memperkuat daya tarik wisata edukatif yang selama ini menjadi ciri khas kampung tersebut.
Kampung Wisata Keramik Dinoyo dikenal sebagai sentra pengrajin keramik dengan kekayaan tradisi dan nilai historis yang tinggi. Namun, beberapa tahun terakhir aktivitas wisata dan penjualan produk mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Kampung Wisata Keramik Kelurahan Dinoyo tersebut, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Syamsul Arifin menyampaikan kondisi terkini kampung keramik yang tidak lagi ramai seperti dulu.
“Kampung Wisata Keramik Dinoyo bisa dikatakan sedang mati suri, penjualan keramik menurun, dan wisata edukasi tidak seramai dahulu,” ungkap Syamsul Arifin.
Menjawab kondisi tersebut, tim dosen Jurusan Akuntansi POLINEMA yang diketuai oleh Rizky Prasetya bersama Apit Miharso, Hesti Wahyuni, Muh. Kholisul Imam, dan Sri Hudiarini menyusun modul wisata edukasi keramik serta memberikan pelatihan pembuatan media promosi digital berbasis Canva. Modul ini memuat sejarah singkat Kampung Keramik, tahapan pembuatan keramik, aktivitas kreatif seperti melukis atau membentuk keramik, serta nilai budaya yang terkandung di dalam karya keramik Dinoyo.
“Tujuan kegiatan pelatihan ini adalah memperkuat pengalaman wisata edukatif sekaligus menjadi sarana promosi berkelanjutan,” jelas Rizky Prasetya.
Tidak hanya berhenti pada penyusunan modul, tim PKM POLINEMA juga mendampingi anggota Pokdarwis merancang konten digital berupa flyer, booklet promosi, dan video pendek. Materi tersebut disiapkan untuk dimaksimalkan melalui media sosial dengan strategi komunikasi dan manajemen promosi yang lebih terarah sehingga mampu menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk generasi muda dan komunitas kreatif.
Pelatihan ini mendapat respons positif dari warga dan para pengrajin yang terlihat antusias mengikuti seluruh sesi. Selain peningkatan kemampuan promosi dan pengelolaan media, peserta juga mendapatkan pemahaman baru tentang kewirausahaan serta strategi pengembangan wisata berbasis ekonomi kreatif.
Sebagai tindak lanjut, pada bulan September direncanakan uji coba implementasi modul wisata edukasi dengan menghadirkan salah satu institusi pendidikan sebagai peserta kunjungan. Uji coba ini diharapkan menjadi awal yang baik dalam mengembalikan citra Kampung Wisata Keramik Dinoyo sebagai destinasi budaya yang edukatif, inovatif, dan berkelanjutan. (Red)
