Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Rangkaian kegiatan Rembug Fiskal bertema “PAD Kota Kita: Bukan Sekadar Angka” yang digelar Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Malang berlanjut dengan kunjungan ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang siang tadi, Kamis (06/11/2025). Ratusan perwakilan dari berbagai kota datang untuk melihat langsung sistem dan inovasi dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Rombongan APEKSI dipimpin oleh Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, dan diterima oleh Kepala Bapenda Kota Malang, Dr. Handi Priyanto, AP., M.Si., dimana dalam pertemuan tersebut Handi memaparkan strategi digital serta inovasi yang telah diterapkan untuk meningkatkan pendapatan daerah.

“Jadi kita ke Bapenda Kota Malang ini untuk belajar secara langsung tentang inovasi dari Bapenda Kota Malang untuk peningkatan PAD Kota Malang. Luar biasa energi pak Handi ini, bagaimana energi dan inovasi baik pak Handi ini tersebar ke berbagai kota di Indonesia untuk peningkatan PAD di masing-masing kota,” ungkap Alwis Rustam usai pemaparan dari Kepala Bapenda kota Malang.

Menurut Alwis, salah satu penawaran strategis dari Bapenda Kota Malang adalah replikasi aplikasi Online Restoran dan Subyek Pajak Daerah (PERSADA) yang dapat menjadi peluang bagi anggota APEKSI untuk memperkuat pendapatan fiskal daerahnya masing-masing melalui digitalisasi pajak.

Dalam pemaparannya, Handi menjelaskan bahwa PERSADA telah menjadi instrumen penting dalam penerapan pajak daerah di Kota Malang.

“Salah satu upaya peningkatan PAD di kota Malang adalah penggunaan aplikasi PERSADA,” ujarnya.

Ketika ditanya alasan dipilihnya Bapenda Kota Malang sebagai lokasi studi banding, Handi menyebut bahwa penilaian Kementerian Keuangan RI menunjukkan Kota Malang masuk 10 besar kota dengan peningkatan PAD paling signifikan di Indonesia.

“Walaupun tidak peringkat satu tetapi Kota Malang menjadi spesial karena dari sepuluh kota tersebut ternyata lima di antaranya adalah ibukota provinsi dan empat kota lainnya adalah kota penyangga. Nah yang tidak menyandang status ibukota provinsi dan kota penyangga adalah Kota Malang, sehingga Kota Malang ditetapkan sebagai tuan rumah acara APEKSI,” ungkap Handi.

Kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat langsung sistem digitalisasi penarikan pajak daerah melalui control room dan ruang pemeriksaan pajak Bapenda Kota Malang.

Pada momen yang sama, dilakukan penandatanganan kerja sama replikasi aplikasi PERSADA antara Bapenda Kota Malang dan Pemerintah Kota Pekanbaru.

“Ini merupakan kerjasama Bapenda Kota Malang ke-5 dengan kota/kabupaten tentang replikasi aplikasi PERSADA Bapenda Kota Malang. Kebetulan tadi Wali Kota Tasikmalaya juga hadir dimana beliau juga menyampaikan Pemkot Tasikmalaya juga akan membuat perjanjian kerjasama untuk penerapan aplikasi PERSADA di Kota Tasikmalaya untuk meningkatkan PAD di kotanya,” pungkas Handi.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan langsung ke fasilitas operasional Bapenda Kota Malang seperti ruang pemeriksaan Wajib pajak hingga control room berbagai aplikasi yang diterapkan oleh Bapenda kota Malang. (A.Y)