Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Rombongan Pokja 3 Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Barat melakukan kunjungan studi tiru ke dua kampung binaan Ir. Bambang Irianto, Pembina Lingkungan tingkat nasional asal Kota Malang. Kegiatan ini menjadi ajang saling berbagi pengalaman mengenai pengelolaan lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah RT 6 RW 2 Kelurahan Arjosari, kampung yang dikenal luas sebagai Kampung Semar yang memiliki makna ‘Senang Menanam Ramai-Ramai’. Setibanya di lokasi, rombongan diterima oleh Tim Penggerak PKK Kampung Semar bersama para penggerak kampung yang selama ini berperan dalam mengembangkan kawasan tersebut.

Selama berada di Kampung Semar, para tamu dari Kutai Barat diajak meninjau sejumlah titik yang menjadi destinasi wisata edukasi warga dan wisatawan. Bersama pembina Kampung Semar, Ir. Bambang Irianto, rombongan juga turut memanen jagung hasil budidaya warga. Aktivitas ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus penyemangat untuk memperkuat gerakan pelestarian lingkungan berbasis kampung.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Kampung Wonosari Go Green (WNS) yang berada di RW 19 Purwantoro Kota Malang. Kampung ini juga dikenal dengan sebutan Kampung Lansia karena para penggeraknya merupakan warga lanjut usia. Selain itu, kampung ini juga menyandang julukan Kampung Pancasila sebagai bentuk penguatan nilai persatuan dalam kehidupan sehari-hari.

Rombongan Pokja 3 TP PKK Kutai Barat menelusuri lorong-lorong kampung dan melihat langsung berbagai inovasi lingkungan yang berjalan secara mandiri. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh interaksi antarwarga dari kedua daerah.

Usai rangkaian kunjungan, salah satu anggota Pokja 3 TP PKK Kabupaten Kutai Barat yakni Margaretta menyampaikan antusiasnya dapat melihat langsung dua kampung binaan Ir. Bambang Irianto.

“Wah di Kampung Semar sangat bagus, meskipun lokasinya di perkampungan namun penataannya bagus sehingga nyaman untuk dikunjungi,” ungkap Margaretta.

Ia menilai tampilan Kampung Semar yang hijau dan rapi mencerminkan keseriusan warga dalam menjaga lingkungannya.

Saat diminta pendapat mengenai Kampung Wonosari Go Green, Margaretta menyampaikan kesan mendalam atas kekompakan para penggeraknya.

“Kami merasa sangat terinspirasi karena para warga kampung Wonosari Go Green sangat bersemangat dan kompak dalam menjalankan kampungnya yang juga menjadi destinasi wisata edukasi,” ungkap Margaretta.

Sama halnya seperti di Kampung Semar, kunjungan di WNS ditutup dengan kegiatan panen sayur mayur yang ditanam di Kebun Garuda WNS, menambah pengalaman baru bagi seluruh peserta dari Kutai Barat. (A.Y)