Kota Malang | ADADIMALANG.COM Terkait telah beroperasinya Jembatan Bailey di Pandanwangi yamg dimanfaatkan oleh masyarakat, mendapat tanggapan dari Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, M. Anas Muttaqin, S.Psi., M.Si., yang menyampaikan komisi C DPRD Kota Malang telah melakukan peninjauan ke Jembatan Bailey Pandanwangi beberapa waktu lalu.
“Jadi Komisi C DPRD Kota Malang memang mendorong jembatan Bailey sebagai solusi sementara di tengah keterbatasan anggaran kita yang tidak bisa meng-cover pembangunan jembatan permanen di akhir tahun 2025 ini karena memang anggarannya sudah habis,” ungkap Anas.
Dari kondisi tersebut menurut Anas solusinya adalah meminjam jembatan bailey dengan anggaran yang cukup agar masyarakat dapat cepat terfasilitasi.
“Nanti di tahun 2026, kita sudah anggarkan untuk pembangunan jembatan permanen senilai Rp.5,5 miliar. Mengingat peminjaman jembatan Bailey ini hanya 8 bulan, dimana sudah dianggarkan di Banggar maka di awal tahun 2026 harapannya bisa memakai mekanisme lelang dini, sehingga dapat lebih cepat,” ungkap politikus partai PKB ini.
Mengingat kepastian anggara pembangunan jembatan permanen di 2026 sudah muncul, Anas menegaskan Komisi C DPRD Kota Malang akan mendorong Pemerintah Kota Malang untuk segera mengadakan lelang dini sehingga awal tahun 2026 sudah bisa mulai diproses pembangunannya.
“Anggaran Rp.5,5 miliar di awal tahun 2026 sepertinya sudah ada maka kita dorong agar prosesnya dapat lebih cepat lagi,” ungkapnya.
Mengakhiri wawancara Anas menyampaikan harapannya agar saat Hari Raya Idul Fitri tahun 2026 mendatang, jembatan Sonokembang sudah terbangun dan dapat dipergunakan masyarakat.
Paska pembangunan jembatan Sonokembang tersebut, Anas mengingatkan agar pembatasan kendaraan dengan tonase yang terlalu berat juga perlu dilakukan melalui regulasi ataupun rambu-rambu.
“Kalau yang melintasi tidak terlalu berat, maka itu juga dapat memperpanjang usia jembatan,” pungkas Anas. (Red)
