Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Fenomena menarik terjadi di Universitas Brawijaya (UB). Meski peringkat nasional kampus ini mengalami penurunan, namun dua tahun terakhir minat masyarakat untuk kuliah di UB justru menunjukkan tren kebangkitan yang konsisten. Data resmi memperlihatkan pertumbuhan jumlah pendaftar dari seluruh jalur seleksi, menandakan UB masih menjadi salah satu tujuan favorit calon mahasiswa di Indonesia.

Menurut Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB, Arif Hidayat, dinamika pemeringkatan nasional tidak mengurangi kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan di Universitas Brawijaya.

“Secara nasional memang ada tren terjadi penurunan minat, namun selama dua tahun terakhir ini Universitas Brawijaya tetap mengalami peningkatan peminat,” ungkap Arif Hidayat dalam kegiatan BONSAI UB, Rabu (26/11/2027) pagi.

Data seleksi nasional memperkuat pernyataan tersebut. Pada jalur SNBP, jumlah peminat meningkat dari 31.368 orang pada 2024 menjadi 34.699 orang pada 2025. Lonjakan juga terjadi pada jalur SNBT dari 78.802 peminat pada 2024 menjadi 79.965 peminat pada 2025.

Peningkatan paling signifikan terlihat pada jalur prestasi Rapor yang mencatat peningkatan tajam dari 15.677 peminat pada 2024 menjadi 33.305 peminat pada 2025. Sementara itu, jalur UTBK ikut mengalami kenaikan dari 10.265 peminat pada 2024 menjadi 14.772 peminat pada 2025.

“Semoga di tahun 2026 ini peminat kuliah di kampus UB akan kembali meningkat,” tambah Arif.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB, Dr. Rosihan Asmara, S.E., M.P., memaparkan bahwa seleksi penerimaan mahasiswa baru UB tahun 2026 akan dibuka melalui tiga jalur utama.

“Yang pertama seleksi penerimaan mahasiswa internasional disebut sebagai IUP, kemudian yang kedua adalah seleksi penerimaan mahasiswa baru skema nasional yaitu SNBP dan SNBT. Sementara jalur ketiga adalah seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri,” jelas Rosihan.

Dr. Rosihan Asmara, S.E., M.P., selaku Direktur Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB saat menyampaikan paparannya (Foto : Agus Yuwono)
Dr. Rosihan Asmara, S.E., M.P., selaku Direktur Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB saat menyampaikan paparannya (Foto : Agus Yuwono)

Rosihan juga menyoroti adanya perkembangan baru dalam proses seleksi mahasiswa baru Perguruan Tinggi Negeri, yaitu Tes Kemampuan Akademik (TKA). UB akan mengadopsi beberapa nilai-nilai TKA dalam seleksi mandiri, meski tidak menjadi porsi yang mendominasi.

“Universitas Brawijaya sangat mengapresiasi calon mahasiswa yang memiliki prestasi, sehingga calon mahasiswa yang memiliki prestasi itu sangat diharapkan untuk mendaftar ke UB yang akan memberikan apresiasi tinggi,” ujarnya.

Untuk tahun penerimaan 2026, jumlah mahasiswa baru yang akan diterima ditetapkan tetap sekitar 17 ribu orang.

“Karena kita terikat dengan peraturan menteri tentang kuota di Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) dimana untuk seleksi jalur mandiri itu maksimal 50 persen, tetapi kami tidak akan mengambil secara maksimal ya karena kami menginginkan bahwa yang diterima di Universitas Brawijaya adalah benar-benar mahasiswa yang berprestasi,” pungkas Rosihan Asmara.

Peningkatan minat calon mahasiswa dari seluruh jalur seleksi memperlihatkan bahwa Universitas Brawijaya masih memiliki daya tarik kuat sebagai kampus pilihan, meski dinamika pemeringkatan nasional mengalami fluktuasi. (A.Y)