Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Persaingan destinasi MICE di Jawa Timur semakin ketat, sementara kebutuhan venue berkualitas terus meningkat. Kota Malang yang kini menjadi pusat bisnis, hiburan, dan pariwisata, berada di garis depan aktivitas pameran, konser, hingga konferensi berskala besar.
Di tengah kebutuhan tersebut, Atria Hotel Malang bersiap tampil dengan wajah baru sebagai destinasi MICE dan hospitality yang lebih modern dan kompetitif, dimana industri MICE terus menjadi salah satu pendorong ekonomi nasional.
Sepanjang 2025, berbagai event yang didukung pemerintah berhasil menarik 10,8 juta pengunjung, melibatkan 95 ribu pekerja dan 14.800 UMKM, dengan perputaran ekonomi mencapai Rp 11,82 triliun. Namun tingginya permintaan belum sepenuhnya dapat difasilitasi. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bahkan pernah menyoroti minimnya venue MICE di wilayahnya sehingga banyak penyelenggara event harus masuk daftar tunggu untuk bisa menyewa tempat.
General Manager Atria Hotel Malang, Ibnu Darmawan, menegaskan komitmen hotel Atria untuk turut menjawab tantangan tersebut.
“Sebagai komitmen untuk menghadirkan pengalaman terbaik, serta menjawab tren industri perhotelan yang semakin dinamis saat ini, Atria Hotel Malang melakukan renovasi total mulai dari pembaharuan gedung dan fasilitas, hingga layanan operasional berbasis digital. Transformasi ini menjadi penanda era baru Atria Hotel Malang sebagai destinasi MICE dan hospitality unggulan di Kota Malang, menjadikannya pilihan utama bagi bisnis, event kreatif, dan wisatawan,” ungkap Ibnu Darmawan.
Hotel bintang empat yang berada di bawah naungan Parador Hotels & Resorts ini kini memperluas fasilitas MICE dengan menghadirkan Grand Ballroom berkapasitas hingga 1.500 orang serta enam ruang rapat untuk berbagai kebutuhan acara. Pembaruan ini membuat Atria Hotel Malang semakin kompetitif sebagai venue pertemuan, pameran, maupun acara hiburan.
Selain fokus pada segmen MICE, hotel ini juga menawarkan pengalaman menginap dengan kelas layanan yang lebih tinggi.
“Atria Hotel Malang juga menyediakan 175 kamar, dilengkapi fasilitas Canting Restaurant, Bateeq Lounge, kolam renang, gym, dan spa. Mengusung filosofi ‘Consciously Javanese’, Atria Hotel Malang menghadirkan desain modern kontemporer yang terinspirasi dari motif batik Kawung Kopi dan ornamen Kayon (Gunungan) yang diterapkan pada elemen interior dan dipadukan dengan warna cokelat yang bernuansa hangat, elegan, dan autentik,” ungkap Ibnu.
Momentum transformasi ini akan dipertegas pada perayaan ulang tahun Atria Hotel Malang yang ke-12 pada bulan Desember 2025 mendatang. Pada saat itu, hotel akan memperkenalkan wajah barunya sekaligus meluncurkan berbagai promo akhir tahun untuk masyarakat.
Bila renovasi ini diikuti strategi kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata dan UMKM, Atria Hotel Malang berpotensi menjadi salah satu pendorong penting pertumbuhan ekonomi Kota Malang melalui ekosistem event dan pariwisata berbasis MICE. Dengan meningkatnya kebutuhan penyelenggara event di Jawa Timur, hadirnya venue berkualitas dapat menjadi solusi nyata bukan hanya bagi pelaku bisnis, tetapi juga bagi masyarakat yang terdampak secara ekonomi. (Red)
