Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Peningkatan jumlah pengunjung di kawasan koridor Kayutangan Heritage dan Kampoeng Kajoetangan membawa dampak positif bagi pariwisata, tetapi juga memunculkan persoalan baru akibat keterbatasan lahan parkir.
Salah satu proyek yang diharapkan menjadi solusi permasalahan tersebut adalah pembangunan gedung parkir Kayutangan. Proyek dua lantai ini disebut telah mencapai progres 55 persen dan ditargetkan selesai pada 15 Desember 2025.
Mendekati batas waktu penyelesaian, Komisi C DPRD Kota Malang melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pembangunan siang tadi, Kamis (20/11/2025), untuk memastikan pelaksanaan proyek sesuai rencana.
Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Muhammad Anas Muttaqin, menjelaskan bahwa pengembangan lahan parkir tersebut merupakan kelanjutan dari pembelian tanah oleh Pemerintah Kota Malang dan telah dialokasikan anggarannya pada tahun 2025.
“Pembangunan parkir Kayutangan ini sudah dianggarkan di tahun 2025 dan merupakan kelanjutan dari pembelian tanah yang sudah dilakukan pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Walaupun ada beberapa penyesuaian dengan DED awal, tetapi nanti pembangunan diharapkan bisa bertahap di tahun-tahun anggaran selanjutnya bisa sesuai dengan yang direncanakan di awal,” jelas Anas.
Ia menambahkan bahwa penyesuaian tersebut terjadi karena adanya keterbatasan anggaran.

“Memang secara konstruksi sudah kita desain sesuai DED awal yaitu 5 lantai, tetapi di tahun anggaran 2025 ini masih kita anggarkan untuk 2 lantai. Yang penting bisa dipakai dulu dan segera bisa digunakan untuk solusi parkir di Kayutangan,” ungkapnya.
Gedung parkir Kayutangan rencananya akan terintegrasi dengan parkir di Jalan Majapahit melalui pembagian fungsi kendaraan roda dua dan roda empat. Anas optimistis fasilitas ini akan membawa manfaat ganda.
“Keberadaan fasilitas parkir ini harapannya akan dapat menyelesaikan masalah keterbatasan lahan parkir di koridor Kayutangan, sekaligus potensi menambah PAD melalui retribusi parkir,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Drs. R. Widjaja Saleh Putra turut memberikan penjelasan teknis. Konsep awal pembangunan gedung parkir terdiri dari lima lantai untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Namun penyesuaian anggaran membuat tahap awal fokus pada roda empat.
“Maka nanti kalau sudah jadi, kita optimalkan di gedung parkir Kayutangan ini digunakan untuk roda 4 terlebih dahulu dengan 2 lantai. Mampu menampung sekitar kurang lebih 45 sampai 50 kendaraan roda 4. Sedangkan untuk roda 2 kita optimalkan parkir di jalan Majapahit,” pungkas Widjaja.
Dengan rencana integrasi dan perluasan bertahap, gedung parkir Kayutangan diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi mobilitas pengunjung kawasan heritage ikonik di Kota Malang ini. (Red)
